Senin, 19 Mei 2008

D'Brave One

"Bawa film apa kamu kali ini tis?" mama tanya sama aku. Karena memang nonton sudah menjadi hobi aku. Jadi pertanyaan tadi sebenarnya selalu akan aku dengar setiap weekend datang. "D'brave one" jawabku apa adanya.

Sebenarnya aku sendiri tidak tahu apakah film ini bagus atau tidak, biasanya setiap kali aku mau menonton film aku selalu mencari referensi dahulu. Dan...ternyata filmnya, menurutku lumayan, tidak jelek.

D'Brave one, menceritakan mengenai ketakutan seorang wanita yang kekasihnya tewas karena dianiaya oleh berandalan. Saat kekasihnya terbunuh, si wanita pun berada di dekat sang kekasih dan ia pun tak luput menjadi korban penganiayaan. Selama 3 minggu si wanita tak sadarkan diri, sampai kemudian dia tersadar dan mengetahui kekasihnya telah tewas.

Sang wanita yang diperankan oleh jodie foster, berperan sebagai Erica Bain seorang penyiar di sebuah stasiun radio. Dan sejak kejadian penganiayaan itu, dia verubah menjadi pribadi yang lain. Karena ketakutannya Erica Bain membeli sepucuk senjata api ilegal untuk melindungi dirinya. Tanpa dia sadari, dia sudah berperan menjadi hakim jalanan yang menghabisi para penjahat jalanan.

Di waktu yang lain muncul seorang detektif FBI yang diperankan oleh Terrence Howard. Dia adalah sosok detektif baik, jujur dan amat menjunjung tinggi hukum. Mereka berdua yang awal hubungannya hanya sebatas penyiar dan pendengar, menjadi lebih akrab dan bersahabat dekat. Sampai suatu ketika detektif FBI tersebut menyadari sosok hakim jalanan yang belakangan ini muncul di New York city tak lain adalah sahabatnya Erica Bain. Apa yang akhirnya dia lakukan? Akankan dia menangkap sahabatnya, yang sebenarnya hanya membantu menumpas kejahatan.

Dan ternyata...dia justru membiarkan saja Erica Bain melakukan aksinya. It's good film i think. Benar-benar menunjukkan wanita pun bisa menjaga diri, jika memang ada kemauan dalam dirinya. Dan tidak selamanya segala hal bisa dibereskan melalui hukum. Terkadang ada hal-hal yang memang tidak bisa tersentuh oleh hukum, dan hal itu dikembalikan kembali kepada kita, apakah kita mau untuk membereskannya atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar