Kamis, 30 Juli 2009

He's just not that into you

Di long weekend kemarin, tepatnya tanggal 19 Juli. Lagi-lagi gw ngga bisa untuk tidak bertemu sama "d'tante ceria" hehehehe... Tapi ngga cuma member "d'tante ceria" sih, ada tambahan beberapa personil lain. Waktu itu acara utamanya nonton Harry Potter n d'Half Blood Prince, di tambah makan, haha hihi, dan sedikit bertukar info (**baca: gosip :p).

Gw yang akhirnya menyerah untuk ikut pulang malam, sempat di kasih informasi mengenai film He's just not that into you sama si Tante Ketsia.
"Ti...ada film bagus, jennifer Anniston yang maen."
"Ohh..gw tau tuh film nya, apa tuh judulnya"
"He's just not that into you"
"oh iyah...tapi masih segera kan, harus nonton tuh gw"
"Ihhh...gw ada DVD nya ntar gw pinjemin"
"OK...pinjem yah"


Tapi mana tahan gw tau ada film bagus disuruh menanti nanti. Akhirnya pergilah gw tukang DVD langganan, eh ada ternyata DVD nya. Ga pikir panjang langsung deh gw beli. Iya...emang bajakan, kenapa emangnya? Gw juga pengen berseru "Stop piracy!" tapi apa daya dana ga mencukupi booo. Lho...kok jadi melenceng :p

Nah mulailah gw nonton tuh film yang katanya bagus. Gw tuntaskan film itu dalam waktu kira-kira 120 menit. Kesan gw?? Hmm... Ini film paling jujur yang pernah gw tonton. :D

Jadi sebenarnya film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama (gw baru tau setelah nonton filmnya). Di awal cerita, ditampilkan beberapa wanita dari negara-negara yang berbeda memberikan saran yang salah kepada teman wanita mereka yang sedang galau menerka perasaan seorang pria. Padahal sebenarnya yang diperlukan para wanita tersebut hanyalah sebuah kalimat kejujuran “He is Just Not That Into You”. Karena seharusnya lebih baik memastikan kejujuran yang menyakitkan daripada terus berkamuflase membohongi diri sendiri.

Karakter utama di film ini adalah Gigi (Ginnifer Goodwin), seorang wanita muda yang selalu saja salah mengerti sinyal yang ia dapatkan dari pria-pria teman kencannya. Sampai suatu ketika ia berkenalan dengan seorang pemilik bar, Alex (Justin Long). Koneksi cerita terjalin saat teman Gigi, Janine (Jennifer Connelly) yang selama ini merasa kehidupan rumah tangganya baik-baik saja mulai menyadari kalau ia hanya menipu diri sendiri, padahal antara ia dan suaminya Ben (Bradley Cooper)sudah tidak ada gairah percintaan lagi. Dan tanpa sepengatahuannya, Ben malah terlibat perselingkuhan dengan seorang wanita seksi, Anna (Scarlett Johansson), yang ia bantu menjadi seorang penyanyi. Teman kerja Gigi yang lainnya, Beth (Jennifer Aniston) sebetulnya merasa enjoy menjalani 5 tahun hidup serumah dengan Neil (Ben Affleck) tetapi lama kelamaan ia kesal karena Neil tidak kunjung memintanya untuk menikah. Drew Barrymore juga tidak mau ketinggalan tampil sebagai Marry, teman Anna yang akhirnya malah jadian dengan Connor, mantan pacar Anna sekaligus juga salah satu pria yang pernah menolak Gigi.

Jalan ceritanya memang simple, ceritanya pun banyak kita jumpai di masyarakat umumnya. Tapi justru disitulah nilai kejujurannya. Ada yang membuat film ini unik yaitu cara memahami bahasa laki-laki yang disampaikan melalui gesture dan ucapan bersayap mereka. Banyak wanita kurang bisa menangkap gesture dan pesan bersayap dari para lelaki atau bahkan pasangannya sendiri. Ada quote yang gw suka di film ini "Girls are taught a lot of stuff growing up. If a guy punches you he likes you. Never try to trim your own bangs and someday you will meet a wonderful guy and get your very own happy ending. Every movie we see, Every story we're told implores us to wait for it, the third act twist, the unexpected declaration of love, the exception to the rule. But sometimes we're so focused on finding our happy ending we don't learn how to read the signs. How to tell from the ones who want us and the ones who don't, the ones who will stay and the ones who will leave. And maybe a happy ending doesn't include a guy, maybe... it's you, on your own, picking up the pieces and starting over, freeing yourself up for something better in the future. Maybe the happy ending is... just... moving on. Or maybe the happy ending is this, knowing after all the unreturned phone calls, broken-hearts, through the blunders and misread signals, through all the pain and embarrassment you never gave up hope."

Habis nonton film ini gw mengakui, terkadang di saat kita (baca: gw) lagi deket sama seorang pria. Kegelisahan, pertanyaan-pertanyaan "dia tuh gimana sih sebenernya? suka ngga sih sama gw? bakal telpon gw ngga yah?" dan banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya pasti bakal nongol tuh. Dan...dengan dodolnya emang terkadang suka menghibur diri sendiri :p. Kalo kata perempuan sih, "cowok tuh susah banget dimengerti sih". Nahh...sebenernya ini cuma soal mengetahui "tanda" yang ditunjukkan. Kalau memang yang terlihat si dia ngga memberi respon, ya udah berbesar hati ajah dan katakan "he's just not that into you".

Jadi silakan tonton sendiri dan kesan apa yang lo dapet setelah nonton. Silakan tinggalkan komennya yah bagi yang udah nonton. ^o^

3 komentar:

  1. film ini kan yang akan di kasih pinjam sama aku, hihihihi...
    bagus niy kayanya, jadi penasaran...^^

    BalasHapus
  2. btw, tante blog aku sempat hilang loww...hahahaha...tapi sekarang ud baik kembali...

    BalasHapus
  3. tapi kan sekrang dah ketemu lagi ^^

    Iyah film ini, besok yah aku bawakan. Di jamin tak akan kecewa anda... ^^

    BalasHapus