Jumat, 07 Agustus 2009

Gw si Lajang ^-^


Lama ga ngeblog, terakhir posting tentang jalan sama D'Tante Ceria. Setelahnya gw sukses tepar, seriusan ini. Sakit gitu ajah dong gw belum lagi kerjaan kantor yang menggila membuat gw sukses semakin drop. Tapi apa daya, ngga bisa ijin gw. Huks...

Pagi ini gw dihadapkan dengan pertanyaan "kapan giliran kamu?". Yahh... ngga jauh, harusnya gw bisa nebak kalo pertanyaan itu bakal muncul kalo topik soal "Si A mau nikah tanggal segini, si B juga bentar lagi". Wekwew... gw sebagai lajanger yang menuju umur 25, dianggap sudah saatnya untuk menyusul. Ehem...ehem... bingungkah gw? sensikah gw? saat dihadapkan dengan pertanyaan yang menurut para lajang di luar sana adalah pertanyaan menyebalkan. Kalau pertanyaan itu ditujukan ke gw beberapa waktu ke belakang, pasti gw bakal sebel. Tapi sekarang, ngga ngaruh, reaksi andalan gw adalah "doakan saja" (pake senyum paling manis). Biasanya cukup handal jawaban ini untuk mencegah munculnya pertanyaan-pertanyaan ataupun nasihat-nasihat lain. Tapi kali ini, ngga mempan, hahahahaha. **Harus mulai cari jawaban lain :p**

Yah... mereka mulai nasehatin gw dari A-Z. Coba ngasih masukan "ama si A coba, mau ngga? kalo dikenalin ama B gimana?". Si gw sih cuma senyam senyum garing ngga jelas. Sebelumnya makasih banget buat Om-om yang amat peduli padaku. Amat paham maksud baik kalian. Cuma menurut gw sih emang belum saatnya aja buat gw untuk masuk ke tahap itu. Ada waktunya lah, dan gw masih menunggu giliran.

Topik itu bikin gw berfikir, "apa salah menjadi seorang lajang?". Semua orang pasti melewati tahap lajang dulu sebelum berganti status jadi "I'm Married". Dan menurut gw juga ngga ada yang salah menjadi seorang lajang. Tapi kenapa orang-orang di luar sana, kalau melihat lajang dengan umur yang dianggap sudah cukup matang untuk menikah, selalu saja berfikir negatif. Apakah menjamin orang-orang yang sudah menikah akan lebih baik dari seseorang yang berstatus lajang, dalam segala hal tentunya. Ngga jamin juga menurut gw. Ada seorang lajang yang punya pola pikir yang cukup dewasa dan logis dibandingkan dengan si menikah. Ada juga seorang lajang yang lebih bahagia dibandingkan dengan si menikah. Bukan berarti gw jadi berfikiran negatif tentang status menikah. Karena posisi gw adalah si lajang ya tentunya pendapat gw hanya bisa dari sudut pandang lajang saja. Tapi, sebenarnya ngga ada yang salah tentang menjadi lajang dan menikah. Itu hanya point kehidupan yang memang harus dilewati, dan semua orang akan melewati itu. Saat masih lajang, tetap nikmati itu, berbahagia, berusaha untuk mengejar impian-impian yang mustahil menjadi nyata. Dan ketika saatnya menikah, berbahagialah, menikmati impian-impian yang sudah tercapai dan membuat impian-impian baru lagi dengan pasangan. Hidup itu indah, jadi janganlah dibuat sulit. ^-^

2 komentar:

  1. wow..
    finally, the other side of u keluar juga.
    i mean, your amazing dream..
    hehe..

    kalo menurutku, seperti yang dulu pernah aku sampaikan..
    it's not crime when u decide to be lajang in your life. but sometimes we have to -still- look surrounding us.

    would they accepting us like before if we choose to be single in our priceless life, wouldn't it?

    other words, kita ini kan perempewi, ada satu anggapan bahwa kehidupan seorang perempuan akan sempurna dikala dia mampu untuk menjadi abdi pada suaminya setia seumur hiduupnya (al quran kalo ga salah, tapi aku lupa surat berapa..hehe) dan merasakan menjadi seorang ibu bagi manusia yang dilahirkannya.

    i want to be a good wife (dimata ALLAH dan si suami tercintah)
    and a good mother for my kids later.

    hehhee..
    oh ya, ga ada maksud menggurui loooh mbaa..
    aku cuuma anak bawang yang lagi dalam masa transisi antara remaja ke dewasa..
    jadi sekalian ajang uji coba dalam berfikir dan menyikapi masalah2 kedewasaan yang akan menerpa.
    kita sama2 saling belajar dan ngingetin yh mbaa..

    love love

    BalasHapus
  2. wedann menohok oy...kkk...tidak merasa digurui kok, kan sama-sama belajar, proses menjadi WANITA DEWASA YANG BERTANGGUNG JAWAB ^-^

    I want to be a good mother too someday, and for now still try to be a good daughter too. Still thinking about my amazing dream, take it or leave it :p

    Eh mau ralat nih ama tulisan kamuh "ada satu anggapan bahwa kehidupan seorang perempuan akan sempurna dikala dia mampu untuk menjadi abdi pada suaminya setia seumur hiduupnya". Mohon di garis bawahi. Suami macam apa dulu nih yang akan jd imamnya, kalo ngga bisa bawa ke jalan yang bener juga ga boleh diikutin (mulai skeptis :P).

    BalasHapus