Selasa, 08 Desember 2009

Obsession VS Love

Judulnya udah mantap yah :P...
Masih berhubungan sama curhatan dan keluhannya Mayo (yang sekarang nggak mau ditulis sebagai Om), lalu hasil obrolan gue sama Tante Ketsia, dan kejadian yang membuat gue berkaca-kaca kemarin malam.

Gue sadar dan menyimpulkan bahwa apa yang pernah gue rasakan terhadap si "pria dunia maya" hanyalah sebuah obsesi belaka. Kayak lo suka ama orang dan berhasrat banget untuk memiliki dia. Obsesi sebenarnya sekedar rasa penasaran terhadap seseorang (dalam kasus gue, seorang laki-laki) dimana yang kita pedulikan dan butuhkan hanyalah cap "MILIK GUE". Ya ngga sih? Ini kesimpulan yang gue ambil dari obrolan ringan sama Tante Ketsia. Gue tersadar mengenai apa yang gue rasa itu kemarin malam, ketika gue membaca sebuah tulisanNYA, gue dibuat berkaca-kaca, ada perasaan sedih padahal dia bahagia. Bukannya kalau cinta itu, kita harus ikut bahagia juga ketika orang yang kita cinta sedang bahagia? Jadi apa ini? Gue mulai bertanya-tanya. Dan sampailah di kesimpulan "He's just my obsession". So...case close... Gue nggak membutuhkan obsesi yang hanya membuat stres, membuat gue jadi merasa jatuh dan terpuruk. Tapi gue butuh CINTA, yang mana dia ngga harus secemerlang orang yang gue inginkan ada di sisi gue. Cukup dia bisa buat gue bersinar dan menyadari betapa berharganya gue. Gue yakin dia ada di luar sana, mungkin masih bersama pilihan yang salah, atau dia juga masih mencari-cari seperti gue ^_^

Soal CINTA sendiri gimana? Seperti yang gue bilang (kok jadi kayak menggurui yah...honestly ini sekedar objektifitas gue aja kok), ketika lo merasa orang ini adalah yang lo cinta, nggak akan ada paksaan yang mengekang. Cinta itu soal bahagia, soal menerima bukan soal luka dan sakit. Kalau ternyata di akhir perjalanan, dia bukanlah orang yang harus sama-sama lo, atau dia menemukan orang lain yang bisa membuatnya bahagia. Sekecewa apapun, kita harus terima... Hal yang membahagiakan apabila bisa melihat orang yang kita cinta begitu bahagia, walaupun itu bukan dengan kita. Sok tahu gue? Nggak kok, gue udah pernah mengalami tahap itu. Saat dia akhirnya pergi untuk bersama-sama dengan yang lain, yang dia merasa wanita itulah belahan hatinya, gue bisa melihat senyuman yang belum pernah gue liat seperti saat dia jalan bersama gue. Dan itu membahagiakan say... ada perasaan tenang dan bahagia bercampur haru waktu melihatnya. Dan hubungan gue sama dia dan juga sang istri sampai sekarang amat sangat baik, selayaknya sahabat lama yang masih cukup intense berkomunikasi.

Jadi cobalah lebih peka mengenai apa yang lo rasa, sekedar obsesi kah atau memang dia yang lo cinta. ^_^

3 komentar:

  1. Idealnya sih gitu ya Minty. Smoga aja smua orang bisa ngerasain cinta tulus kaya gitu. Ga gampang jadi tulus ituh.

    BalasHapus
  2. hahahaha...satu pelajaran berharga lagi, tantehhh...hm, emang harus berpikir sedikit kritis, karena CINTA ama PENASARAN (a.k.a OBSESI ^o^) itu tipiiiiis banget bedanya...lu pikir itu cinta, tapi begitu sadar well itu cuman obsesi doang...wkwkwkwk...gw justru lebih setuju ama definisi baru ttg cinta (yg kita bikin bsama :p) bahwa once you love someone, all you have to think is about his happiness (termasuk jika dia berbahagia ama cewe lain, lu kudu ikut bahagia ^o^)...

    BalasHapus
  3. mayo, belajar yo...tulus a.k.a ikhlas itu mata kuliah kehidupan, sampe mati ga abis2 sks nyah :D
    miss keket, yes... it's about GIVE tante ^^

    BalasHapus