Senin, 22 Maret 2010

Jujur...

menatap nun jauh ke sana
berdialog hangat dengan hati berkawan angin
damai..tenang.. nyaman..terpesona..
fana...
seketika pekat hitam datang
semua yang di sana hilang
tertutup kabut syahdu berselimut dusta
inikah yang kau inginkan?
puaskah kau lenyapkan semua?
sudah tertawakah kau kini?
banggakah dengan sabotasemu?
di sini masih berharap kau sadar
di sini masih tetap sama
berdiri dengan tangguh tak terusik badai
menanti kabut itu hilang berganti mentari kejujuran
kau tanya akhirnya,
apakah hangatnya akan sampai kepadamu?
tidak, jawabku
sungguh ku berharap tak kau tanya mengapa
tapi lagi-lagi kau tanyakan
jangan pernah salahkan aku, ini pintamu
kabut dusta memang milikmu, tapi mentari kejujuran ini milikku
akan menjadi hangat bagi mereka, tapi membakar untukmu
seketika kau sudah basah berpeluh
kabut pun perlahan hilang berganti hangat untuk mereka
semoga nantinya kau menjadi awan yang bersahabat dengan mentari
bersama kita hangatkan mereka tanpa harus membakarnya
yang mana sesekali rintik air boleh turun dari awan indahmu
mentari, awan, hujan bersahabat mesra dengan pelangi si kawan baru
kesempatan selalu ada
terimakasih sudah pahami mentari kejujuran meski telah membakarmu

2 komentar:

  1. maapkan... saya ga nangkep intinyaaa...

    BalasHapus
  2. sengaja sayasembunyikan maknanya Om :p

    BalasHapus