Senin, 15 Maret 2010

Public Transporatation yang Semakin Membuat (Saya) Tidak Nyaman

Jangan anggap saya manja atau nggak mau susah. Cuma semakin ke sini saya memang merasa angkutan-angkutan transportasi umum di Indonesia, Jakarta dan sekitarnya khususnya semakin membuat tidak nyaman. Makanya sebisa mungkin kalau saya harus pergi untuk bergaul (tsaahh gayanya), kalau nggak minta jemput, saya akan pilih untuk nebeng sama adik saya pakai motor.

Hal-hal yang lumayan ganggu ini, saya yakin pernah dialami sama semua orang dan saya sendiri juga. Tapi..mbok ya jangan dalam satu hari saya ngalamin semuanya dong.

1. Pengamen maksa, terkadang adanya pengamen (dengan suara bagus) bisa bikin mood jadi agak bagus. Tapi kebanyakan pengamen sekarang, sikapnya nggak sopan. Bermodalkan kicrikan dari botol bekas yang diisi pasir, cuap-cuap sebait dua bait saja lalu langsung menyodorkan tangannya (yang jarinya item-item) untuk minta penghargaan. Apa kabar tuh buat yang nggak ngasih? Banyak sekali pengamen yang melontarkan kalimat-kalimat sinis kalau kita sebagai si yang (dianggap) mendengarkan lagunya nggak kasih upah. Dan kok ya, nggak satu dua pengamen yang kalau dikasih uang 500 perak ngedumel. Boookkk...saya bukan seniman tapi saya cukup tahu mana nyanyian yang memang harus dihargai dengan baik dan mana yang cuma pantes dikasih senyum saja.
2. Penumpang egois, bukan hal aneh ya kalau bis angkutan kota penuh dan si supir masih maksain ambil penumpang. Ya hak mereka sih dan pilihan si penumpang juga, kalau lagi mepet banget waktunya mau nggak mau ikut naik walaupun desek-desekan dan resiko berdiri. Saya rasa semua penumpang tahu, kalau manula, orang cacat, ibu hamil harus didahulukan untuk dapet duduk. Nah...kemarin siang tepatnya saya (terpaksa) pakai angkutan bis untuk bertemu teman saya. Keberuntungan ada di pihak saya, karena masih tersisa satu tempat duduk untuk saya. Bis masih belum berangkat juga, naiklah seorang nenek tua renta yang berdirinya udah agak limbung. Nggak pakai mikir langsung saya kasih tempat duduk saya buat nenek tersebut. Terus masalahnya dimana? Entah ada apa ya kemarin itu, kok para manula kompak betul pergi di hari yang sama. Nggak lama setelah saya berdiri, ada lagi sepasang kakek nenek naik ke bis yang saya naikin. Mereka nggak kalah tuanya sama nenek yang tadi saya tolong. Boookkk bisa-bisanya penumpang bis yang masih muda mudi itu pada duduk tenang aman tentram sentosa nggak kasih duduk pasangan tua itu. Ahhh saya sediiihh, nggak tega banget liatnya.
3. Penumpang (sehat) mati rasa, apa bedanya sama yang di atas. Penbah nggak sih kalian (kebetulan) berada satu bis sama orang yang dengerin MP3 player yang mana suaranya nembus sampe kalian sebagai penumpang di sebelahnya ikutan (nebeng) denger musik-musik yang lagi diputer. Saya ngalamin kemarin... Dan ini sangat keterlaluan. Bukan saya saja kok yang merasa terganggu, tapi penumpang yang lain juga. Ada seorang Mbak-mbak cantik nan gaya bersama temannya yang pasang musik dari HPnya TANPA EARPHONE, iya dia pakai SPEAKER HP. Damn.. serius ganggu banget. Dan mereka berdua bisa santai hahahihi, padahal sindiran-sindiran ramah udah mampir ke mereka.
4. Merokok di bis AC, merokok di angkutan umum yang nggak AC aja udah cukup ganggu yah bookk. Dan ini di bis AC merokok. Ya ampun Tuhan... saya suka sebel dan pengen ngamuk banget sama penumpang macam ini. Kenapa nggak ditregur aja? UDAH...dan nggak selalu berhasil. Saya pernah menegur seorang penumpang jenis itu, dan dapat jawaban "bentar ya mbak tanggung dikit lagi". Boookkk kalo mau mati nggak usah bawa-bawa orang Pak.
5. Telepon toa, iyuuuhh....ini nih orang yang suka pengen dianggep eksis. Gokil ringtone-nya saja terdengar seantero bis, belom lagi waktu di angkat obrolannya bisa kedengeran sama semua penumpang bis.
6. Copet, alhamdulillah sampai saat ini saya nggak pernah ngalamin yang namanya kehilangan benda berharga karena dicopet. amit-amit yah bookk. Cuma kalau yang hampir dicopet pernah. Dan itu bukan pengalaman yang menyenangkan.
7. Pelecehan, nah...berhubung sini perempuan yah. Saya paling menghindari naik angkutan umum yang penuh (yang kok susah ditemukan di sini). Rata-rata para supir dan kernet nya sibuk mengejar setoran dengan terus menambah penumpang mereka, nggak peduli bis nya udah nggak nampung, tetep maksain masukin penumpang. Nah...ada penumpang-penumpang nakal yang terkadang memanfaatkan situasi penuh ini. Badan sok di pepet-pepetin yang sukses bikin nggak nyaman. kalau udah ngalamin posisi yang sangat tidak nyaman mending langsung bilang terus terang sama si penumpang yang hobi mepet itu. Kalau nggak manjur, teriak bikin dia malu.
8. Etc.

Saya rasa banyak dari kalian yang ngalamin juga pengalaman nggak mengenakkan di angkutan umum. Ya namanya angkutan umum yah, mau nggak mau sabar-sabar aja deh. Lakukan segala hal yang bisa bikin nyaman. Negurlah kalau udah berasa nggak nyaman. Inget...angkutan umum itu milik umum, jadi kalau pengen bisa nyaman kita harus menghargai penumpang lain. Mudah-mudahan penumapang-penumpang yang lain juga akan mengahrgai kita sehingga perjalanan kita juga akan tetap nyaman. Selamat saling menghargai (inget pelajaran PPKN).

4 komentar:

  1. mending keliling bandung naek vesparia tante...hihihi...

    BalasHapus
  2. ihhh kliling bandung jalan kaki tauuuu...hahhahaa...

    BalasHapus
  3. hum... emang bandung enak buat jalan kaki... nyusurin dago dari perapatan DU ke bawah... lanjut ke veteran, trus ke sunda, nongkrong2 di depan suatu SMA di jalan belitung...

    KANGEEEEN!!!!!

    BalasHapus
  4. Tante lee: iyah kalau ada vespanya
    Tante keket: deuuuhh jalan kakinya apa yang nemenin jalan kakinya :P
    Ommel: Ciyeeehhh nostalgila nih yeee ^o^

    BalasHapus