Selasa, 19 Juni 2012

Cukup kamu, bukan yang lebih dari kamu

Lagi bersihbersih folder, eh menemukan tulisan lama yang ditulis tahun 2010, teronggok ngga dipublish. Ya udah lah saya publish aja yah. Mencoba mengingatingat situasi ketika menulis ini saat itu, tapi ngga ingetinget.

Saya cukupkan dengan dia

Yang tersenyum saat bahagia
Yang murung saat gelisah
Yang tertawa saat gembira
Yang menangis saat sedih
Yang berteriak saat marah
Yang bertanya saat tak paham

Saya cukupkan dengan dia

Yang tidak berusaha menjadi kuat
Yang tidak berusaha mendapat pujian
Yang tidak berusaha menjadi pahlawan
Yang tidak berusaha menunjukkan kelebihannya
Yang tidak berusaha menjadi hebat
Yang tidak berusaha menarik perhatian

Saya cukupkan dengan dia

Yang memang tidak sempurna
Tapi bangga dengan dia apa adanya
Yang tidak berpura-pura
Tapi selalu jujur apapun itu
Yang tidak selalu membawa bahagia
Tapi berusaha tidak memberi luka

Saya cukupkan dengan dia

Yang dengan diamnya saja membuat nyaman
Yang dengan ada di dekatnya membuat tenang
Yang dengan kata-katanya membuat paham
Yang dengan jejaknya membuat tentram

Saya cukupkan dengan dia
Hanya dia
Tidak yang lebih darinya
Karena pasti akan selau ada yang lebih darinya
Saya cukupkan dengan dia


**saat saya teringat kamu dan terngiang ucapan seorang sahabat tentang mencukupkan diri dengan apa yang ada**

20 komentar:

  1. #NowPlaying : Dia dia dia - Afghan :)

    BalasHapus
  2. penasaran sama *si dia*

    baca tulisan di atas kok aku jadi ingat suamiku ya Tiesa ^_^

    BalasHapus
  3. sya juga cukupkan dengan dia...yg menjadi bj saya akhirnya...
    happy blogging Tiesa !

    BalasHapus
  4. oke.. cukup sekian dan terima kasih *dikaplok* XD

    salam kenal ya mbak.. saya temennya mbak tyke :D

    BalasHapus
  5. mencukupkan diri dengan apa yang ada. nice post :)

    BalasHapus
  6. hayo dengan siapa? kok nga dikasih lik :D

    BalasHapus
  7. siapakah si kamu yg diingat oleh mbak yang ini?? :D

    BalasHapus
  8. mencukupkandiri dengan apa yang ada, penjabarannya sangatlah luas, kesabaran, dan keikhlasan intinya.
    nice share kang...kereen

    BalasHapus
  9. Dia siapa hayooo Tiiis? Inget dong, Tis. Bagus lho tuh :)

    BalasHapus
  10. *uhuk*
    siapa tuuuuuuuuh? qiqiqi.....

    anyway, spt yg udah pnh aku tulis di blog (dan byk org jg tau sih teori ini): kalo kita mensyukuri apa yg ada, berusaha mencukupkan dan gak banyak mau ini-itu-ina-inu (yg sekunder dan tersier), justru insyaalloh nikmat-NYA akan ditambah kok.....

    BalasHapus
  11. Apik tenaaan.. Suka sama bait ke-3 nya.
    Mind to follback ya, yuk saling sharing ^_^

    BalasHapus
  12. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    BalasHapus
  13. indah puisinya...kata2nya menyentuh...:)

    BalasHapus
  14. Manusia yang apa adanya...
    Sepertinya dibuat saat sedang jatuh hati ke seseorang nih... :)

    BalasHapus
  15. uhuk.. masihkah dia ada dihati? ;)

    BalasHapus
  16. uhuk.. masihkah dia ada dihati? ;)

    BalasHapus
  17. ciyeeee mba sariiii hahahah *kabur ah tar dikeplak manggil sari

    dijamin pasti langsung galau maksimal ya buka folder dan liat tulisan itu? emmhh dia yg dimaksud ditulisan itu masih ada?

    BalasHapus
  18. IH BAGUUUUUUUUUUUUUUUUUUS!

    BalasHapus