Selasa, 22 Juni 2010

Gara-gara Ariel

Yak...tadinya sih nggak mau latah bahas tentang video mirip artis yang sempet heboh beberapa waktu lalu. Tapi dikarenakan kok kasusnya makin meleber kemana-mana, jadi gatel juga saya pengen komen. Apalagi waktu baca berita terbaru bahwa Abang Ariel (demenan saya) resmi jadi tersangka.

Banyak yang menjudge ke-3 artis itu amoral lah, punya kelainan lah, apalah itulah inilah. Saya sih nggak mau ikut-ikutan menyalahkan mereka. Namanya manusia itu nggak pernah luput dari kesalahan, khilaf. Untuk jadi individu yang lebih baik, tentunya harus melewati sebuah kesalahan dulu untuk memperbaikinya. Bagaimana bisa menyebut diri kita sudah lebih baik kalau nggak ada acuannya. Pasti ada kesalahan yang pernah dilakukan, yang mana kesalahan itu jadi tolak ukur kita "gue nggak boleh melakukan hal itu lagi", "gue harus bisa lebih baik dari yang kemarin", "gue akan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sudah pernah terjadi" dan yang lain-lainnya. Saya berpendapat begini bukan karena Ariel idola saya yah, tapi itu memang yang seharusnya difikirkan oleh orang-orang yang seneng banget menghakimi seseorang karena kesalahannya. Padahal belum tentu juga mereka-mereka yang berkoar-koar, bersih dari kesalahan.

Herannya kasus ini jadi melebar kemana-mana, dari mulai munculnya tuntutan pengrusakan kamera wartawan lah, sms-sms rayuan lah, sampai terserempetnya wartawan.

HADEUUHHHHH
-_______-

Mbok ya diberesin dulu satu-situ gitu yah kasusnya. Banyak bener yang pengen ikutan eksis di kasus ini. Berasa bangga gitu kayaknya yah bisa ikutan numpang tenar gara-gara kasus ini.

Mungkin banyak fans-nya yang kecewa kalau sampai terbukti ketiga artis itu benar-benar tokoh yang memerankan video tersebut. Nahh...kebenaran pemerannya pun masih diselidiki oleh pihak yang berwenang. Tapi kembali lagi ke soal,

Manusia nggak pernah luput dari kesalahan

Kalau memang mereka terbukti melakukan tindakan tersebut, apa iya mereka nggak boleh mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang sudah mereka buat? Toh kalaupun nantinya terbukti, pasti akan ada hukuman yang harus dijalani. Itu pun sudah sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Apakah setelah menjalani hukuman, karier yang bisa saja hilang, masihkah mereka kita hukum lagi dengan tidak diberinya kesempatan untuk memperbaiki diri? Itu KEJAM...

Kalau posisinya dibalik, kita yang membuat kesalahan lalu tidak ada satu pun orang yang mau memberi kesempatan pada kita untuk memperbaiki diri kita, membuktikan bahwa kita bisa jadi manusia yang lebih baik, apa kita akan diam saja? Pasti kita akan menuntut minta diberikan kesempatan itu.

Yang pasti, dengan berita yang muncul bahwa Ariel akhirnya menjadi tersangka dan sudah menyerahkan diri. Saya menganggap dia, warga taat hukum. Secara masih banyak kan oknum-oknum petinggi Indonesia yang katanya melek pendidikan, melek peraturan, masih saja mangkir dari hukum, padahal kasus mereka masih jauuuhh lebih besar dibandingkan dengan kasus video yang sebenernya udah sering muncul di negara tercinta. Yukk..mari kita perbaiki kesalahan yang pernah kita buat, lebih menghargai orang lain, jangan menghakimi orang dari kesalahan yang sudah dibuatnya, berikan kesempatan baginya untuk memperbaiki hidup menjadi lebih baik.

Pesan moral: Bencilah kejahatan yang diperbuatnya, tapi jangan benci penjahatnya.

1 komentar:

  1. Nahhhh...menurut gw sih yang boleh menghakimi adalah orang yang enggak pernah berbuat dosa...

    hayooo, siapa yg gak pernah berbuat dosa???sok dah hakimi Abang Ariel...hihihihi...

    BalasHapus