Sabtu, 24 Juli 2010

Cocooan (Mainan) Baru Saya

Si tengah (adik saya) kan punya akuarium yang suka diisi dengan berbagai jenis ikan. Beberapa minggu lalu isinya ikan lohan yang masih piyik (ayaaam kalii) banget, ada beberapa ekor. Nah nggak lama si bibit-bibit lohan ini dipindah semua sama dia ke kolam ikan, dan si akuarium diisi sama lohan yang udah lumayan gede. Segede telapak tangan bayi lah ukurannya. Tapi ternyata si lohan ini bukan punya dia, tapi punya kios. Berhubung si lohan ini stres ga mau makan, dibawalah dia ke rumah untuk treatment. Gilee yaahh ikan aja di-treatment.

Nah ceritanya seiring berjalannya waktu, si lohan udah mau makan lagi, kalau ada makhluk lain (baca: sekelompok manusia) yang nangkring depan akuarium udah nggak takut lagi. Inisiatif lah si tengah ini ngambil lohan piyik yang di kolam ikan, ceritanya buat nemenin. Ihhh dimakan aja dong itu temennya, ckckckck ternyata kanibalisme tidak hanya terjadi di dunia manusia saja yah.

Saya beberapa hari lalu mendadak jadi kepingin punya ikan koki mutiara. Harganya sekitar 50,000 yang saya tahu, bagi saya harga segitu lumayan mahal untuk ikan yang cuma bisa diliat doang. Sms-an lah saya sama si tengah curhat pengen punya ikan itu tapi nggak punya duit. Tiba-tiba kemarin sore si tengah sms saya, nanya mau ikan koki mutiara nggak? Saya bilang mau kalau harganya di bawah 50,000 tapi itupun nanti bulan depan saja. Sejujurnya saya sudah nggak ada dana buat beli yang aneh-aneh, yaaa walaupun kalau maksain memakai si kartu ajaib masih bisa banget, cuma kan ini nggak penting-penting banget (inget teori ingin vs butuh).

Tahunya pas si Tengah pulang, dia bawa kantong plastik dan isinya si koki mutiara. Katanya bayarnya bulan depan aja, takutnya kalau nunggu sampe bulan depan udah kebeli sama orang. Mana ini kan warnanya hitam, jarang ada.

AKU SENAAAAANG ^_^

Dia beliin 2 buah, yang satu warnanya kuning putih yang satu lagi hitam ada putihnya dikit. Yang jadi pertanyaan saya semalam adalah:

Mau disimpen dimana?

Melihat tingkah polah si lohan yang agresif dan senang menyerang siapapun, saya khawatir kalau si dua makhluk lucu ini akan mengalami penganiayaan serupa. Dan adik saya memang tukang ikan banget deh, dia menyekat akuarium sehingga ada 2 ruang yang terpisah. Sayangnya waktu pagi hari dilihat, si sekat ini sudah berubah posisi jadi berbaring. Dan si lucu kesukaan saya terluka, sisik-sisiknya ada beberapa yang lepas.

Ahhh lohaannn kejaaam, nggak suka saya

Untungnya hari ini memang sudah saatnya si lohan dikembalikan lagi ke kios. Jadi akuarium itu sepenuhnya jadi milik si koki mahkota mutiara. Perkenalkan ini teman baru saya, si koki kuning putih bernama Enong Koneng dan si koki hitam bernama Enong Hideung. Kenapa saya beri nama Enong? Enong itu saya ambil dari jenong, sesuai sama bentuk kepalanya hehehehe. Sedangkan Koneng dan Hideung itu bahasa sunda yang berarti kuning dan hitam.

2 komentar:

  1. sebarkan semangat cinta ikan hiaaassss..
    *loh?*


    tunggu aquascape sayaa mbakyu..
    :p

    BalasHapus
  2. eneeeeeeeeeeeenggg akuu berkaca2 iniihhh
    si enong hideung ternyata matanya ilang satuu gara2 diserang sama si Lohan biadab ituuuhh
    heuheuheu kasiaaaaaaaann, semoga dia nggak minder sama si enong koneng TT.TT

    BalasHapus