Rabu, 04 Agustus 2010

Rindu Hujan



Titik air pertama menetes tak permisi
Langkah-langkah kecil bergegas melindungi diri
Sendiri mematung memeluk diri
Menatap tetesannya memutar memori

Hujan
Kala rintik membingkai segaris senyum
Kala deras membuka luka sendu

Hujan
Bersama pelangi membuat rindu makin pekat
Bersama petir membalut hari penuh duka

Terlalu banyak cerita
Bahagia
Sedih
Rindu
Marah
Cinta

Hujan
Sentuhanmu mengembalikan akal yang tercerai berai
Selalu menunggu pelukmu
Untuk memutar semua kenangan lama


#melihat ke luar jendela dan berharap mendung itu hadir lagi membawa serta saudaranya HUJAN#

gambar: http://japanhouse.typepad.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar