Selasa, 02 November 2010

Masalah lagi masalah lagi

Sungguh hal yang sangat aneh terjadi di rumah saya kemarin sore. Bagaimana tidak, saya yang biasanya tiap pulang kantor males mandi, ini begitu sampe rumah langsung ambil handuk dan mandi. Mama dan Papa serta si bungsu tentulah memandang takjub pada saya. Apakah terjadi sesuatu? Apakah ada saraf otak saya yang salah kirim pesan? Ataukah ada orang yang berhasil menghipnotis saya supaya mandi saat pulang kantor? Jawabannya, patah hati bisa membuat orang melakukan hal yang ga biasa di dalam rutinitasnya. Taelaahhh, jadi curcol aja dong. Tapi kemarin kan saya patah hatinya, sekarang sih udah baik-baik aja.

Beres mandi disambung obrolan yang lumayan mutu sama Mama saya tersayang. Awalnya sih gosip tetangga, saya bahas soal Mamanya mantan saya yang tampak kurus. Ternyata memang sedang ada masalah keluarganya, jadi si Ibu itu banyak pikiran. Lucunya Ibu itu ternyata curhat sama Mama dan pesan terakhirnya "jangan cerita ke siapa-siapa ya Bu, saya malu sama tetangga". Tak tahunya sodara-sodara Ibu itu juga curhat ke tetangga yang lain, hahahaha. Kebetulan Mama saya pas lewat depan rumahnya waktu dia lagi curhat sama tetangga yang lain.

Kasihan sebenarnya sama Ibu itu, saya cukup maklum dengan masalah yang dihadapinya dan sukses membuat dia kurus. Tapi saya juga agak gatel sama orang-orang yang berasa paling menderita sama masalah mereka. Okeii..batas kesabaran dan ketabahan tiap orang memang beda-beda. Apa yang dianggap si A masalah sepele bisa aja jadi masalah yang pelik banget buat si B, kembali ke tiap pribadinya. Soal masalah si Ibu ini yang buat saya emang cukup lumayan menyita pikiran, cuma kan bukannya memang manusia hidup itu isinya menghadapi masalah-masalah hidup ya? Bukannya setiap saat Tuhan memberikan kita soal-soal ujian yang berbeda supaya kita bisa mencari jawabannya dan naik kelas? Apa iya kalau kita terus menerus meratap dan mengasihani diri sendiri, belum lagi kalau bawa-bawa massa dengan curhat ke semua orang tentang masalah itu, tiba-tiba akan datang jawaban itu "Pluk...nih jawaban buat masalah kamu". Mana ada jawaban itu jatuh gitu aja ke pangkuan kita. Masalah mau nggak mau memang harus kita hadapi seberat apapun itu. Terus menerus meratap sampai nangis darah juga nggak akan bisa selesai kalau kita nggak berani menghadapinya. Mau menghujat Tuhan?? Helloooo, justru ke Tuhan lah satu-satunya tempat curhat paling TOP buat minta bantuan memecahkan msalah itu.

Jangan terlarut oleh masalahmu sampai tidak menyadari masih banyak saudaramu yang juga memiliki masalah, syukurilah apa yang kamu miliki meskipun itu berupa masalah. Masalah itulah yang menandakan kalau Tuhan selalu ingat dengan makhluk-Nya. Masalah itulah tanda sayang Tuhan pada dirimu. Selalu bersyukur itu senjata penumpas masalah.

1 komentar: