Senin, 29 November 2010

Soal Kaya & Miskin

Katanya semua hari itu indah, tapi untuk saya Jumat itu adalah hari yang paling indah. Iyalah gimana nggak indah, besoknya Sabtu kemudian Minggu yang mana adalah WEEKEND!

Jumat malam tepatnya, saya duduk-duduk santai sambil nonton sebuah acara tentang belanja-belanja. Acara tersebut memberikan informasi tempat-tempat belanja yang sedang mengadakan Sale! Kebetulan malam itu yang sedang dibahas adalah mengenai produk fashion yang dijual di butik-butik kawasan Jakarta Selatan. Tentu saja harga produk disebutkan, salah satunya adalah dress seharga 2 juta rupiah setelah diskon.

Saya tahu kok ada baju yang seharga 5 juta/piece, saya juga tahu ada sepatu seharga 15 juta/pasang, saya juga tahu ada tas seharga 60 juta/buah. Saya nggak buta perkembangan fashion, yang mana bukan fashion freak juga. Gara-gara acara itu saya mendadak sedih. Saya tiba-tiba disadarkan kalau Tuhan itu menciptakan si kaya dan si miskin. Dan di sini (Indonesia) jumlah masyarakat miskinnya katanya sekitar 31 juta jiwa dari total 237 juta (sensus 2009) penduduk, sekitar 13% nya masih masuk kategori miskin. Yaa walaupun saya nggak tahu ya persentase orang kaya di Indonesia berapa banyak, dan berapa banyak di antara mereka yang konsumtif.

Saya memang agak sedikit sinis sama mereka yang masuk kategori KAYA HARTA, entah kenapa pikiran jelek pasti selalu tersirat (walau cuma bentar) di kepala saya. Pengalaman masa lalu yang nggak mengenakkan sepertinya, dan ternyata ngebekas sampai sekarang, makanya saya akan langsung jaga jarak sama mereka yang ternyata banyak duit. Balik lagi ke soal acara belanja itu, saya berpikir, sayang banget ya uang 2 juta itu hanya digunakan untuk beli 1 buah baju yang memang bermerk. Coba yaa mereka yang katanya kaya harta merelakan untuk nggak beli 1 baju itu, tapi diberikan uangnya untuk mereka yang benar-benar kekurangan, pasti akan indah banget. Jangan salah lho uang 2 juta itu bisa membantu 4 keluarga miskin (dengan 4 orang anggota keluarga) untuk makan sederhana selama 1 bulan. Nominal yang kecil memang untuk kita yang memang mampu, tapi untuk mereka yang benar-benar kekurangan, uang yang hanya 1000 rupiah saja bisa jadi susah sekali untuk didapatkan.

Bukan saya menganggap semua orang kaya itu konsumtif yang nggak mikirin rakyat kecil. Pasti ada kok mereka yang baik hati dan selalu menyisihkan beberapa persen pendapatannya untuk yang memerlukan. Ini semua hanya uneg-uneg saya saja gara-gara nonton acara belanja itu. Bukan berarti juga saya nggak mau jadi orang kaya, saya ingin jadi manusia yang kaya, baik kekayaan duniawi maupun kekayaan rohani. Saya ingin jadi orang kaya yang bisa memberikan nggak sekedar 2 juta rupiah untuk mereka yang kekurangan, tapi lebih kepada bekal yang nantinya bisa mereka gunakan untuk kehidupan mereka. Nggak bisa dipungkiri, sebanyak apapun uang yang diberikan, pasti akan selalu merasa kurang. Tapi kalau membekali dengan skill, ilmu pengetahuan nantinya mereka bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain, malah mereka bisa membantu yang lainnya lagi. What a wonderful world! :D

Hidup itu nggak melulu soal uang, makanya yang punya mimpi masih soal duniawi, mending segera ganti mimpi lo. Tujuan hidup untuk menambah pundi-pundi dollar, selamanya hidup nggak akan terasa tenang. Menjadi bahagia itu mimpi yang paling indah.

Ujian terbesar orang kaya adalah kekayaan mereka sendiri dan ujian mereka yang kekurangan adalah kekurangannya mereka. Berharaplah untuk terus bahagia apapun kondisinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar