Rabu, 30 Maret 2011

Si Mata Indah dengan senyum Manisnya

berjalan perlahan tak peduli sekitar
berdiri terdiam menunggu si kotak oranye datang
seperti ada yang memanggil dari sisi kiri
matamu bertatap tak sengaja sejenak dengan pandanganku
heiii si kotak datang
agak sedih harus menyudahi komunikasi tanpa kata denganmu
berusaha bergabung dengan penumpang lain untuk sampai halte berikutnya
di tengah konsentrasiku untuk berdiri nyaman
lagi-lagi aku merasa tatapanmu masih mengikutiku
kamu disana, berdiri nyaman di pintu belakang
aku disini, berdiri canggung di antara manusia yang ingin segera pulang
halte berikutnya sudah tampak di kejauhan, tanda aku harus segera turun
senyum tulus sempat tersungging di bibirmu
hanya kubalas dengan senyum canggung tidak yakin
kamu ganteng, kamu manis, sayang jodoh kita hanya sepanjang Tosari-Dukuh Atas

*inspirasi: pria anonim dengan senyum manis dan mata indahnya :)
Jakarta, 30 Maret 2011

3 komentar:

  1. Uhm, jadi banyak puisi dan metafora yah sekarang?

    BalasHapus
  2. Kisah nyata kah?
    Aku juga sering tuh mengagumi orang yang intens di lihat, hehehe

    BalasHapus
  3. manjo: lama bangettt sih lo ga nongol, ketinggalan banyak kan hehehe
    niee: *ngangguk* ga apaapa kan namanya juga mengagumi ciptaan Tuhan :)

    BalasHapus