Kamis, 17 Maret 2011

Tontonan Selama Menghilang (spoiler)

Aduuhh sudah lewat 1 bulan lebih ternyata saya nggak tengok-tengok si blog ini. Maaf ya blog, kalau kamu jadi terlantar. Sebenarnya saya pengen ngetik-ngetik, cerita-cerita soal printilan nggak penting, tapi itulah... mendadak males begitu berhadapan sama si blacky (my laptop).

Sebulan ini, saya lagi menggilai film-film Thailand. Ada yang suka sama film Thailand? Jangan mention soal film horornya ya. Walaupun banyak teman saya cerita betapa bagusnya film horor buatan cineas Thailand, tapi saya tetap memegang prinsip "say no for horor movie". Awalnya sih tahun lalu waktu di Blitz diputar Thai movie bergenre romance, yang judulnya "Bangkok Traffic Love Story" dan saya penasaran banget sama film itu. Hal pertama yang membuat saya penasaran sama filmnya, karena muka si aktornya yang nongol di poster kok ganteng (oke emang nggak berbobot banget alasannya), dan jadilah saya tonton film itu. Kesannya... seperti drama komedi romantis kebanyakan, lucu menghibur banget dan nggak bikin kepala pusing. Sejak itulah saya jadi punya kesan tersendiri dan selalu penasaran sama film-film romantis asal negara tersebut.

Tanpa sengaja, beberapa waktu lalu, saya melihat sebuah iklan film di TV Swasta judulnya "A Crazy Little Thing Called Love". Trailernya bikin saya senyum-senyum karena ceritanya kok tampak simple, yang aktivitas sehari-hari dan bikin penasaran karena tokohnya (lagi-lagi) ganteng hahahha. Jadilah saya menonton si film itu.

1. A Crazy Little Thing Called Love

Gambar diambil dari sini

Seorang gadis buruk rupa (sadis yah) kulit hitam, kacamata tebel, gayanya culun, berkawat gigi (kawat gigi kalau disini jd style) usianya masih 14 tahun. Layaknya ABG yang baru belajar mengenal cinta (taelah) gadis bernama Nam (diperankan oleh Pimchanok Lerwisetpibol) jatuh cinta pada seorang temannya yang bernama Shone (diperankan oleh Mario Maurer). Shone itu termasuk siswa populer di sekolahnya, ganteng, gaul, anak ekskul bola, dengan gengnya yang termasuk populer dan disegani pula. Jadi disini Nam itu bagai pungguk merindukan bulan, si buruk rupa naksir siswa terpopuler di sekolah. Seperti pernah tahu cerita begini ya?

Nam berusaha keras untuk bisa terdeteksi oleh sinyalnya Shone, melepas kawat giginya, kacamata, dan memutihkan kulitnya ketika liburan musim panas tiba. Tapi tetap saja usahanya belum membuat Shone tertarik padanya. Tapi paling tidak Shone mulai menyadari keberadaannya. Jangan dikira usaha Nam mendekati Shone lancar tanpa saingan, ada seorang siswa cantik lain yang sudah lama naksir Shone. Dan si siswa cantik ini selalu saja berhasil mendekati Shone dengan caranya. Dari mulai memberi cake untuk Shone, pura-pura jatuh dekat motor Shone supaya bisa diantar pulang, semuanya berhasil. Sedangkan Nam? Usahanya ingin memberi coklat yang dia tinggalkan di jok motor Shone berujung sia-sia, dia lupa Thailand itu panas dan sudah pasti si coklat lumer begitu Shone sampai di tempat parkir.

Suatu ketika, di sekolah akan diadakan sebuah acara (kalau disini kayak pentas seni deh) jadi semua ekstrakulikuler bakal unjuk gigi. Nam ingin masuk ekstrakulikuler dansa, yang mana untuk menjadi anggotanya syarat utama adalah "harus punya bentuk fisik yang bagus". Sudah pasti Nam ditolak. Sebenarnya ada ekskul Drama, yang sangat cocok untuk Nam. Tapi karena setiap tahunnya, tidak pernah ada satu pun siswa yang datang menonton drama yang dipentaskan, Nam beserta geng culunnya jadi nggak berhasrat untuk bergabung di ekskul tersebut. Singkat kata, si pembina ekskul drama mendekati Nam dan gengnya merekrut mereka semua masuk ekskul drama. Jadilah Nam didapuk menjadi Putri Salju!! Iya si itik buruk rupa berkulit hitam disuruh jadi Putri Salju. Nam awalnya menolak, tapi saat mulai latihan dia melihat sosok Shone yang menjadi volunteer klub drama sebagai penanggungjawab dekorasi panggung, Nam langsung setuju. Tiba waktunya GR, pembina klub drama bingung siapa yang akan dia tunjuk sebagai penanggung jawab make-up para pemain. Karena tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki keahlian merias. Shone si tampan yang baikhati merekomendasikan sahabatnya untuk membantu merias. Nam berubah menjadi angsa yang cantik, tapi tetap saja Shone berkata tidak ada yang berubah dari Nam, biasa saja. Tibalah hari pertunjukan, seperti yang sudah diduga tidak ada satupun siswa yang tertarik menonton drama Putri salju tersebut, tapi..hei hei siapa itu yang berdiri mengintip dari pintu. Kenalkan namanya Top, dia adalah sahabat Shone. Ganteng, baik, supel, dan juga populer.

Disinilah dimulai intrik-intriknya, Top ternyata naksir Nam sejak pertama melihatnya. Dia memberitahukan hal itu pada Shone. Shone tampak biasa-biasa saja, berkali-kali Top bertanya apakah Shone benar-benar tidak ada perasaan dengan Nam, dan dia bilang tidak.

Top benar-benar berusaha meluluhkan hati Nam, Nam juga pelan-pelan mulai berubah menjadi cantik. Debut awalnya sebagai Putri Salju berlanjut dengan ditunjuknya dia menjadi mayoret marching band, Nam pun berubah menjadi sosok sempurna. Dia mulai sering menghabiskan waktunya dengan Top, Shone dan geng populernya. Yang tanpa disadarinya, ketiga temannya di geng culun merasa disisihkan. Lambat laun Nam mulai merasa bersalah dengan ketiga sahabatnya yang selalu menemani dan menyemangatinya saat dia berusaha mendekati Shone. Nam pun berusaha keras supaya bisa diterima lagi oleh sahabat-sahabatnya. Bahkan Nam menolak Top sebagai pacarnya. Ketika semua kembali baik, Nam berusaha kembali untuk mendapatkan Shone. Sayang... Shone sudah memutuskan menerima pernyataan cinta Pin (sahabat baiknya yang cantik) tepat sebelum Nam menyatakan perasaannya pada Shone. Bertahun-tahun berlalu, Shone memutuskan menjadi pemain bola profesional di Thailand, Nam pindah ke luar negeri dan menjadi designer.

Tapi meski waktu berjalan lama, ternyata perasaan Nam tidak berubah pada Shone. Suatu waktu dia kembali ke Thailand untuk menghadiri sebuah talkshow di televisi. Di acara itu, host-nya menunjukkan sebuah scrapbook yang isinya foto-foto Nam. Heii...itu scrapbook milik Shone, semua terdokumentasi dengan baik didalamnya. Ternyata selama sekolah pun Shone naksir pada Nam. Tapi meskipun dia dibekali wajah tampan dan kepopuleran, tetap saja mentalnya mendadak hilang jika berhadapan dengan gadis yang dia suka. Filmnya berakhir dengan manis, happy end.

Film ini sebenarnya nggak melulu bercerita tentang usaha Nam mendekati Shone, disini saya juga melihat betapa indahnya persabatan. Juga membuka mata, kalau fisik itu bukan segalanya, inner beauty lebih penting. Banyak hal-hal simple yang sukses bikin ngakak, karena kepolosan abg2 yang membuat saya mendadak kangen jaman-jaman sekolah dulu. Valentine's day jadi ajang tukeran kado, kasih-kasih hadiah sama si gebetan, sok-sok ijin ke toilet padahal cuma mau liat si gebetan di kelasnya, nongkrong di kafe cuma nungguin si gebetan lewat. Hal-hal konyol yang bikin saya jadi bernostalgia sama masa lalu.

Best part di film ini, waktu Valentine's day Nam dapat banyak kado, tiba-tiba Shone datang membawa POHON MAWAR hasil nyabut entah dimana, dan bilang itu dari Top. Padahal sebenarnya dia ingin bilang itu dari dia, dan di akhir film saya baru tahu, kalau pohon mawar itu Shone sendiri yang menanamnya kemudian dia cabut untuk sengaja dikasih ke Nam. Konyol but so sweet!! :D

Tontonlah, menghibur banget tanpa harus kebanyakan mikir.

2. Hello Stranger

Gambar diambil dari sini

Ini film lama sebenarnya, teman saya sudah lama sekali merekomendasikan film ini. Tapi karena cover filmnya yang si tokohnya tampak culun, saya jadi agak males buat nonton. Yaa walaupun akhirnya nonton juga dan saya PUAS!!! Bagusss filmnya.

Filmnya bercerita tentang seorang gadis (diperankan oleh Neungtida Seopol) yang tergila-gila dengan drama Korea dan ingin traveling ke Korea. Di tengah perjalanan ternyata dia bertemu dengan seorang pria (diperankan oleh Chantawitch Tanasewi) yang justru sama sekali tidak paham mengenai Korea bahkan menganggap mereka yang menyukai drama-drama Korea itu freak. Singkat kata, mereka memutuskan untuk tur keliling Korea bersama-sama, tanpa mengetahui nama mereka masing-masing. Akhirnya sih mereka memang benar-benar menikmati perjalanan mereka berdua, bahkan jatuh cinta meskipun mereka masih belum mengetahui nama mereka masing-masing.

Ada pertemuan maka ada perpisahan, mereka harus berpisah kembali ke kehidupan mereka sendiri. Masih belum mengetahui nama mereka. Tapi itulah, kalau takdir memang nggak kemana. Suatu waktu si gadis yang hobi banget mendengar acara sebuah stasiun radio, tema acaranya macem curhat-curhat gitu deh. Ada seorang penelpon dengan menggunakan nama yang sama dengan nama yang digunakan sama si pria asing itu. Si penelpon ini cerita kalau dia tidak bisa melupakan seorang gadis yang ditemuinya yang sampai saat ini masih belum dia tahu namanya, dia menelpon ke radio itu juga karena ingat dengan ucapan si gadis tentang acara tersebut yang mana bisa sedikit membantu melegakan perasaan. Hal itu membuat si gadis yakin kalau memang si penelpon itu adalah pria asing yang berjalan-jalan dengannya di Korea. Di akhir film, si penyiar radio menanyakan nama si pria asing, dan berakhir dengan "my name is...." FILMNYA UDAHAN!!!

Yakkk ini film gantung pertama yang saya suka meskipun bikin gemes. Jadi biarkan penonton berimajinasi sendiri apakah akhirnya mereka berdua bertemu atau tidak. Sebenarnya jalan ceritanya klise, tapi endingnya bikin ngehentak banget. Denger-denger pra produksi film ini memakan waktu sekitar 2 tahun sampai akhirnya diputuskan untuk diproduksi. Gokil banget!! Kapan ya film Indonesia bisa maju macem Thailand.

Gara-gara film A Crazy Little Thing Called Love, saya mendadak mabok Mario Maurer. Duuhh abg itu asli lucu banget. Dan saya jadi sengaja cari film-film yang dia perankan.

3. The Love Of Siam

Gambar diambil dari sini

Seperti yang sudah saya jabarkan, film ini saya tonton gara-gara Mario Maurer jadi salah satu pemerannya. Tapi bukan berarti ecek-ecek juga filmnya, masih soal cinta-cintaan. Film ini mengupas tentang percintaan kaum gay. Sudah jadi rahasia umum, banyak sekali kaum gay di Thailand sana. Cuma nggak full tentang percintaan sepasang manusia sejenis kok, saya memandang film ini lebih ke film keluarga. Selain cerita persahabatan yang dijalin dari masa kanak-kanak yang kemudian berubah menjadi hubungan cinta yang tidak biasa, film ini juga mengupas tentang up and down nya sebuah keluarga. Saat-saat mereka kehilangan salah satu anggota keluarganya dan membuat kehidupan mereka berubah 180 derajat. Bagaimana cara mereka menghadapi badai tanpa harus membuat hidup mereka makin porak-poranda.

Ini film Thailand pertama yang sukses bikin saya menangis. Membuat saya berpikir, betapa keluarga itu penting untuk hidup kita. Dan juga membuat saya jadi lebih menghargai mereka selama mereka masih ada.

4. Friendship

diambil dari sini

Di film ini juga ada Mario Maurer, alur filmnya mundur, maju, mundur. Saya mau info dari awal, ini Sad movie!! Saya akan review film ini secara terpisah nanti, takut masih kebawa sedih kalau review sekarang.

Yaahhh untuk menebus kesalahan meninggalkan blog ini sekian lama, ini dulu aja kali ya update terbarunya. Doakan semoga saya nggak khilaf untuk menghilang lagi :D

Have a nice day...

1 komentar:

  1. wahhhh... di tunggu yah sis,
    film friendshipnya kok erorr yahhh, knp yah?

    BalasHapus