Senin, 28 November 2011

26 November

Ulang tahun pernikahan Mama Papa

Dua puluh delapan tahun lalu, tepat di tanggal tersebut, Mama dan Papa meresmikan hubungannya menjadi sah di mata hukum dan agama. Sampai detik ini alhamdulillah mereka masih bersamasama menghadapi suka dan duka.

Sabtu kemarin sebenarnya dimulai dengan aktivitas weekend yang biasabiasa aja. Semua anggota keluarga sibuk dengan urusannya masingmasing. Cuma bedanya, saya dan dua adik saya yang biasanya selalu punya acara keluar rumah di hari Sabtu, tumbentumbennya akan stay di rumah aja seharian.

Peristiwa ngga mengenakan dimulai saat Papa dan Mama saya pamit untuk pergi ke sebuah resepsi pernikahan di Bogor. Papa menyetir mobil sendiri, berangkat dari rumah setelah dzuhur. Bahkan Papa masih sempat mengumandangkan adzan Dzuhur di mushola sebelah rumah. Setelah kepergian mereka saya, beberapa waktu kemudian saya mulai merasa ngga tenang. Jam sudah menunjukkan pukul 13.30 tapi kok Mama Papa belum sampai juga, apa mereka pergi ke tempat lain dulu. Sekitar jam dua siang, mereka kembali, setelah sempat memasukkan mobil ke dalam garasi, Papa turun dari mobil dan masuk ke kamar sambil memegangi dada sebelah kirinya. Saya mulai merasa hal itu aneh, lalu Mama menyuruh saya mengambil penghangat untuk Papa. Baru saja saya mau kasih penghangat untuk Papa, Papa keluar dari kamar dan minta diantarkan segera ke emergency. Semua panik, Papa diantar si bungsu yang saat itu paling tenang dengan motor, karena terlalu lama jika harus pakai mobil. Menyusul di belakangnya si tengah dengan Mama. Saya? Menunggu di rumah dengan Bude dan Tante saya.

Asli detikdetik selanjutnya rasanya kayak lama banget. Dua adik saya ditelepon ngga diangkat semua, disms ngga dibalas, saya yang awalnya berusaha kuat akhirnya drop juga. Pikiranpikiran buruk mulai berdatangan menjejali otak saya. Ngga lama Om saya datang dan berdua dengan Tante saya menyusul ke Emergency, saya diminta di rumah saja, berdoa sambil menyiapkan pakaian ganti untuk dibawa ke RS nanti. Saya pesan sama Tante saya untuk langsung kasih kabar ke saya begitu sudah dapat info mengenai Papa. Apa yang terjadi? Lebih dari setengah jam saya tunggu, Tante saya ngga juga memberi kabar. Akhirnya saya kalut, saya mulai menangis dan ketakutan. Bude saya? Dia ngga tega ngeliat saya dan akhirnya ikutan nangis sama saya.

Ngga lama kemudian dua adik saya muncul, mereka kembali dengan wajah yang ngga bisa dibilang cerah. Pastilah mereka sama sedihnya dengan saya, tapi paling ngga dari mereka saya tahu Papa sudah ada di tangan yang tepat untuk diobati. Setelah serangan jantung mendadak, Papa sempat melemah kondisinya, untunglah pertolongan pertama cepat diberikan dan kami pun terpaksa menunggu kondisinya stabil. Sejak Sabtu dan sampai pagi ini Papa masih berada di ruang ICU. Katanya enzim jantungnya masih belum stabil, juga indikator apa itu yang ada di monitor jantungnya masih sering membunyikan alarm jika Papa terlalu banyak bicara. Sekarang pun di dalam jam kunjung pasien, Papa terbatas menerima tamu. Bertemu keluarga hanya diijinkan saat jam kunjung saja, itu pun dibatasi lama bicaranya. Ternyata ada penyempitan pembuluh darah di jantungnya, itulah kenapa kemarin Papa mendapat serangan. Padahal Papa tidak memiliki riwayat sakit jantung, pola hidupnya juga sehat. Papa selalu menjaga kesehatan tubuhnya, olahraga rutin dua hari sekali, pola makan pun sehat dan teratur. Tapi kita kan cuma manusia ya, mau bagaimana pun sudah menjaga diri, kalau Yang Maha memutuskan untuk menguji kita, ya kita cuma bisa pasrah dan ikhlas.

Meskipun masih kaget dan waswas dengan kondisi Papa. Kami sekeluarga berusaha saling menguatkan satu sama lain. Papa sendiri pun masih berusaha menguatkan kami. Mungkin ini memang ujian Tuhan, membuat kami bisa kembali bersatu. Kemarin kami sempat menjauh, sibuk dengan aktivitas masingmasing. Hanya sempat bertemu di jamjam menjelang tidur. Lalu Tuhan mengirim ujian-Nya. Disini kami akhirnya saling berangkulan dan menguatkan.

Yahh ulangtahun pernikahan Mama Papa tahun ini, hadiahnya benerbener spesial banget. Langsung dikasih ujian dari Tuhan, tanda betapa sayangnya Dia sama kami. Mohon doanya ya temanteman, supaya Papa bisa segera pulih, dipindahkan ke bangsal rawat dan akhirnya segera pulang supaya bisa berkumpul bersama saya dan keluarga kembali. Amin.

Update: Hasil analisa urin sampai hari ini menunjukkan kandungan enzim di jantung Papa mencapai 700 (entah apa satuannya) padahal ambang batas normalnya hanya 200. Jadi dokter menyarankan untuk segera dilakukan kateter untuk mengetahui persentase penyempitan pembuluh jantungnya. Jika persentasenya melebihi 70% mau tidak mau Papa harus pasang ring di pembuluh jantungnya, tapi bila kurang dari 70% cukup dengan mengkonsumsi obat. Mohon doanya ya temanteman.

10 komentar:

  1. moga2 papanya bisa segera sembuh ya...
    dan happy anniversary juga!!

    BalasHapus
  2. Moga2 papanya cepet sembuh yak..

    Bapak aku juga pernah terkena serangan jantung, katanya ada penyempinan di saluran (entah apa namanya) karena lemak. Padahal bapak aku gak gemuk loh, dan dokter langsung menyuruh berenti merokok padahal bapak gak pernah sama sekali merokok tapi ya jadi perokok pasif..

    menurut dokter bapak harus di operasi, tapi bapak belum mau dan memilih pengobatan tradisional sekalian dengan mengkonsumsi obat dokter. Alhamdulillah seh sekarang udah gak disuruh operasi lagi meskipun divonis akan meminum obatnya seumur hidup.. >.<

    BalasHapus
  3. @niee papa aku juga ga merokok dan juga tidak gemuk, cuma ya logika aku sih umur udah semakin bertambah pasti onderdil tubuhnya juga udh ga sehebat dulu bekerjanya meskipun udh menjaga pola makan dan pola hidup sesehat mungkin, alhamdulillah hari ini akan dipindah ke bangsal perawatan sambil tunggu antrian cateter, mohon doanya aja ya nie :)

    BalasHapus
  4. masyaalloh... *pukpuk* semoga lekas sembuh ya sang ayahanda.

    BalasHapus
  5. Wah ternyata berbarengan dengan ultah saya ke 27th.
    Selamat hari pernikahan Papa+Mama Tiesa.. Selalu diberkahi kesehatan :)

    BalasHapus
  6. @Jeng Tera oh iyaya berbarengan, amin Tera :)

    BalasHapus
  7. waaaa, happy anniversary buat papa-maamnya mbak :)

    BalasHapus