Kamis, 03 November 2011

Uang kembalian itu kemana?

Garagara baca ceritanya Irni kalau dia di curangin sama SPBU bikin saya ingat sebuah kejadian bersama seorang sahabat saya. Ceritanya sahabat saya ini -sebutlah si G- baru banget back for good setelah sekian lama merantau ke negeri orang untuk jadi TKI. Layaknya kawan lama yang udah lama banget nggak jumpa, bertemulah kami untuk melepas kangen. Salah satu persinggahan saya dan G saat itu adalah sebuah supermarket yang cukup terkenal di sini, cari cemilan niatannya. Begitu sampai di kasir, sayalah yang membayar, dan kebetulan sedang ada uang cash juga, jadi saya memilih pakai cash daripada harus debit. Terlontarlah pertanyaan dari si Mbakmbak kasirnya, "kembalinya mau disumbangkan kakak?" Yang langsung saya jawab dengan anggukan. Tapi ternyata si G ini merasa ada yang janggal, dan tanpa saya duga dia langsung nyeletuk ke Mbak kasirnya, "emang disumbangin kemana ya Mbak?" Saya melongo, si Mbaknya juga nggak kalah melongo. Karena belanjaannya udah dimasukkin kantong semua, saya langsung agak ngegeret si G untuk segera meninggalkan lokasi, tanpa jawaban tentunya.

Dia pun agak sebel sama sikap saya, karena ternyata dia beneran penasaran, kemana uang kembalian itu akan disumbangkan. Apa benerbener disumbangkan kepada yang membutuhkan atau masuk kas toko. Saya cuma gelenggeleng kepala aja sama rasa penasarannya yang berlebihan itu.

Etapi kok ya begitu pulang ke rumah, saya baru mikir sama omonganomongannya si G. Bener juga ya apa yang dia bilang, kalau memang disumbangkan, harusnya jelas disumbangkan kemana. Jadi di dalam pertanyaannya dia menyebutkan dengan jelas si penerima sumbangan, "kembaliannya mau disumbangkan untuk Yayasan ZXDRT kakak?" atau macem PMI dulu suka ada sumbangansumbangan begitu ada bukti semacam kertas retribusi kan. Dan sebenernya dengan diungkapkan secara jelas, bisa meminimalisir pradugapraduga negatif macem ini nih.

Secara nominal memang nggak besar, anggaplah kembaliannya itu 300 perak, tapi coba yah kalau yang belanja itu 1000 orang sehari, totalnya udah 300,000 aja kan sehari dikali sebulan 9,000,000 aja cyiinn. Garagara kejadian itu, sekarang saya nggak pernah pakai duit cash kalau belanja ke supermarket, kecuali kalau saya ada uang pas. Daripada uang yang secara nominal itu kecil, bikin saya berpikiran negatif, mendingan disumbangkan langsung ke yang beneran butuh.

Tapi beneran deh, kali aja ada di antara kalian yang baca tulisan saya ini kerja di supermarket2, kalau kembaliankembalian yang katanya akan disumbangkan itu, sebenarnya disumbangkan kemana sih?

6 komentar:

  1. hahaha itu maksud mbak nya, kembaliannya mau disumbangkan ke saya mbak? gitu... hahaha

    BalasHapus
  2. iya, janganjangan masuk kantong mbaknya lagi *pikiran negatif* :D

    BalasHapus
  3. wah harus ngitung2 uang kembalian biar ga salah :D..

    BalasHapus
  4. Waahhh baca tulisan ini jadi mikir juga yak.. bener tuh tis uangnya di sumbangkan kemana? jadi.pingin praktekin euy.. mtar deh pas aku belanja aku tanyain.. biar jelas dan gak curiga gitu.. hahaha..

    BalasHapus
  5. - socafahreza: ayo cekcek lagi tuh uang kembaliannya :D

    - irni: ya kaann bikin jd customer curiga, ayo nie tanya, saya sih sejujurnya agak segen jd maen aman pake debit ajah hehehehehe

    BalasHapus
  6. hmmm kalo aku sih mending disumbangkan daripada dikasih kembalian permen. soalnya permennya mesti yg rasanya aneh-aneh :(

    eh iya ya? disumbangkan kemana sih?


    *ditanya baik nanya*

    BalasHapus