Senin, 19 Desember 2011

Bicara tentang Mimpi

"Tisa, kamu harus menjaga lisan dan sikap kamu. Belakangan ini kamu terlalu sering mengumpat dan bicara kasar. Jangan begitu ya..."
Kutipan di atas bukan diucapkan oleh orangtua saya, bukan juga oleh saudara ataupun temanteman saya. Lalu siapa?

Seorang bapak tua dengan wajah cerah yang menunjukkan betapa baik dan bijaksananya dia mengatakan hal itu pada saya semalam. Siapa dia dan kenapa semalam? Saya ngga tahu siapa dia dan dia mengatakan hal itu semalam saat saya tidur. Iya, dia datang ke dalam mimpi saya dan sukses membuat saya terbangun dan ngga bisa tidur sampai pagi.

Belakangan ini saya akui memang saya agak jauh dari-Nya. Yang setelah semalam saya ngga bisa tidur karena jadi flashback soal kelakuan saya belakangan ini, saya sadar lisan saya memang tidak terjaga beberapa waktu ini. Terlalu sering mengumpat, banyak mengeluh, dan tak jarang saya meratap, kenapa begini begitu sampai kalau yang mendengar repetan saya mungkin akan berfikir "ngga bersyukur banget sih lo".

Alhamdulillah saya kembali diingatkan, bukti bahwa saya disayang oleh-Nya. Seorang bapak tua asing yang penampilannya mirip dengan kyai mengingatkan saya melalui mimpi. Sejujurnya saya jarang sekali ngalamin mimpi yang macem begini. Termasuk mimpi semalam, hanya 3 kali saya mengalami mimpi semacam ini.

Mimpi pertama sekitar tahun 2008, hanya berupa asap putih tapi kemudian ada suara yang meminta saya untuk berjilbab, lalu setelahnya muncul gambargambar seperti film, yang mana gambargambar itu adalah potonganpotongan aktivitas yang saya lakukan. Boleh percaya boleh ngga, tapi garagara mimpi itulah yang akhirnya memantapkan saya untuk menutup aurat sampai sekarang ini. Mama dan Papa saya saja sampai speechless ketika pagi hari menemukan saya sudah berjilbab, bukan apaapa, karena ngga cuma sekali dua kali mereka menyarankan saya untuk menutup aurat tapi tetap saja saya diam ngga menuruti permintaan mereka.

Mimpi kedua di tahun 2010 kemarin, layaknya sebuah keluarga, ada saatsaat dimana anak merasa tidak sependapat dengan orangtua. Saya mengalaminya yang mana saya sempat tidak bertegur sapa dengan Papa saya karena saya tersinggung dengan ucapannya beliau. Sampaisampai saya sudah berniat untuk keluar dari rumah untuk kost sendiri. Dan entah bagaimana ceritanya, saya pun bermimpi. Dalam mimpi itu, ditunjukkan pemandangan Ka'bah di hadapan saya dan saya pun menangis tersedusedu. Besok paginya, Papa saya mendatangi saya dan meminta maaf karena sebagai orangtua terkadang tidak selalu benar. Setelahnya kami baikan *taelah macem anak kecil* dan saya pun minta ijin ke Papa untuk boleh pergi umroh. Papa akhirnya mengajak saya duduk bareng, Mama saya juga diajak serta. Ujungujungnya sih saya ditanya, kok tibatiba pengen umroh. Ya dengan lancar saya ceritakan mimpi yang saya alami itu. Mama saya keliatan banget berkacakaca menahan tangis, Papa saya cuma senyum dan akhirnya meminta saya untuk memikirkan ulang keinginan saya tersebut. Bukan Papa melarang, tapi justru beliau memberikan saya opsi yang lain. Saat itu Papa hanya bertanya, "kenapa ngga berhaji sekalian aja Mba? Haji itu wajib bagi mereka yang sudah mendapatkan panggilan dan mampu". Dhuarr!! Saya langsung degdegan, gemeteran dan blank. Dengan polos saya cuma jawab, "aku takut Pap, aku merasa belum pantas untuk menunaikan ibadah Haji". Dan ucapan Papa ini, menempel sekali di ingatan saya.
"Kalau kamu tetap memilih untuk umrah itu sama halnya seperti kamu melakukan ratusan rakaat salat sunah tapi tidak melaksanakan yang wajib 5 waktu."
Cuma ngomong itu aja, dan sukses bikin saya diam. Akhirnya Papa cuma senyum sambil megang pundak saya dan bilang, "pikirin omongan Papa ya dan coba berdoa minta petunjuk, minggu depan papa tunggu keputusan kamu". Dreng!!!! Akhirnya sih setelah merenung, berdoa dan berfikir, alhamdulillah saya memutuskan untuk melakukan yang wajib dahulu. Kalau tidak ada rintangan, insyaAllah saya akan berangkat sama Papa sebagai mahrom saya tahun 2013. Amin.

Mimpi yang ketiga ya mimpi yang semalam itu.

Sebelumnya maaf kalau ada yang salah tangkap mengenai postingan ini. Saya ngga ada niat ataupun maksud untuk menyombongkan diri atau riya. Murni ini hanya ingin sharing mengenai mimpi yang kebetulan kok pas banget ke saya.

Ada ngga yang pernah ngalamin mimpi dengan makna semacam saya?

12 komentar:

  1. bagus juga kalo mimpinya bisa jadi pengingat ya...

    kalo gua mimpi biasanya gak karuan mimpinya. aneh2. hahaha

    BalasHapus
  2. Subhanallah. . . Saua dukung dah sis untuk Naik Haji nya !!!
    anda beruntung tuh,, kalo aku gak pernah mimpi bgituan,, mentok2 juga mimpi Kuntilanak ngucapin ijab kobul sama pocong ><

    BalasHapus
  3. nice post :)
    jgn lupa kunjungi Blog ku ya , dan give your comment ;)
    http://gapekamania.blogspot.com/
    aku tunggu di Blog ku , komentar mu ;)

    BalasHapus
  4. @Arman gua juga seumur hidup cuma 3 mimpinya yg bener ko, yang laennya sih udah anehaneh :D

    BalasHapus
  5. @angga zhan amin, mudahmudan dipermudah :)
    sudah berkunjung balik angga, mudahmudahan bisa seringsering mampir ke rumahmu dan meninggalkan jejak disana, jangan ditutup yah blognya cm gara2 kecorobohanmu :D

    BalasHapus
  6. beruntung sekali ya kamu dapat mimpi spt itu :)

    BalasHapus
  7. bersyukur sekali bila dalam mimpi, kt spt diingatkan dengan hal2 yg baik...
    btw smoga segala niatannya menjadi keberkahan tersendiri buat mb dan keluarga dirumah....
    postingannya sangat bermanfaat lho....
    happy blogging and happy friendship...!

    BalasHapus
  8. Kalau dikasih saya juga mau dapat mimpi seperti itu. Gak perlu capek-capek mendengar suara orang tapi pengajarannya langsung nancap di otak. Kalau boleh saya juga pengen dikasih mimpi, dimana ada orang yg membacakan buku untuk saya :)

    BalasHapus
  9. mimpi-mimpi yang indah...
    Sayangnya saya tidak pernah mengalami semacam itu...
    Sukses ya!

    BalasHapus
  10. @Ely Meyer alhamulillah mba ely, sebuah pengingat :)
    @bensdoing: amin mas, semoga berkah ya :)
    tulisannya mas ben juga "berisi" lho
    @Bu Evi: saya juga mau Bu dikasih mimpi dibacain buku sama orang, enak jd kayak didongengin hehehe
    @Falzart Plain: bener mau dapet mimpi semacam itu? saya sih waktu pertama dpt mimpi begitu ketakutan, krn yaa itu jd digambarkan kesalahan2 saya, sukses juga ya! :D

    BalasHapus
  11. Wah asik dongggg dua taun lagi haji :D

    BalasHapus
  12. @Untje van Wiebs amin mba una, mudahmudahan ngga ada halangan berarti :)

    BalasHapus