Jumat, 30 Desember 2011

Bukan Hujatan ini Permohonan

Seharusnya saya lebih sabar, lebih kuat dan tegar. Tapi entahlah rasanya semua ini terlalu berat untuk dipendam lagi. Mungkin ini kutukan untuk manusia kaku dengan gengsi tinggi macam saya. Masalah apapun, seberat apapun, saya merasa saya bisa melewati semuanya itu. Asal ujian itu memang langsung ditujukan kepada saya bukan kepada mereka yang saya sayang.

Serumit apapun ujian yang Engkau berikan ke saya, sampai saat ini saya bisa menghadapinya sendiri. Menyimpannya di sudut hati paling gelap, diamdiam memikirkannya saat semua terlelap, dan saya bisa, saya bisa bertahan dengan metode itu sampai sekarang.

Tapi jangan berikan ujian itu melalui mereka yang saya sayang. Harus melihat mereka susah, sedih, tidak bahagia, itu mengusik saya. Saya posesif terhadap mereka yang memang saya sayang, saya tidak bisa menahan emosi jika melihat mereka terluka, dan sekuat apapun saya pasang tampang sok ngga peduli, akhirnya pasti meledak.

Waktunya ternyata datang, waktuwaktu lalu saya hanya bilang dan memohon untuk diberikan ketegaran dan kesabaran. Tapi kali ini saya minta Engkau untuk mencabut semua ujian yang Engkau berikan pada mereka, dan jadikan saya sebagai penggantinya. Jangan usik mereka, usik saya saja. Saya sedih, marah dan tidak bisa menerima melihat mereka menghadapi kesulitan itu sendiri.

Katanya Engkau Maha Bisa, Engkau penguasa semua yang ada di alam semesta, dan pastinya Engkau bisa mengabulkan apa yang saya minta. Tolong...hapus semua ujian itu, biar saya yang menggantikan mereka mengerjakan ujiannya. Jangan persulit lagi Tuhan, kali ini terlalu berat.

Jangan bilang saya aroganlah, sombonglah, sok kuatlah. Bukan...bukan itu. Saya hanya ingin melihat mereka hidup dalam ketenangan, kebahagiaan bukan kesulitan dan kesedihan seperti sekarang. Jika Engkau mengijinkan saya menggantikan mereka untuk menghadapi ujianujian-Mu paling tidak saya akan berusaha sekuatnya untuk menyimpan dan menghadapinya sendiri, berusaha menunjukkan saya baikbaik saja dan akan merasa lebih tenang karena melihat mereka bahagia.

Kali ini saya tidak menghujat, saya hanya memohon dengan sangat padaMu.

*tersedu di sudut favorit, sendiri berteman sepi*

6 komentar:

  1. Amin. Semoga Allah mendengarkan semua bisikan hatimu Miss Titi. Dan Dia selalu tahu yang terbaik untuk kita, even, kita tak mengerti apa di balik semua keputusannya :)

    BalasHapus
  2. ujian itu datang untuk membuat manusia menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih kuat dan tegar.. Dia tidak akan memberikan ujian tanpa maksud miss.. semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk miss dan mereka yaa.. :)

    BalasHapus
  3. Saya mengaminkan dari sini saja...
    ~Amiin...

    BalasHapus
  4. hanya bisa bantu doa dari sini semoga permohonannya segera dikabulkan. Amin

    BalasHapus
  5. Tuhan mmg punya cara-Nya sendiri yg terkadang kita sebagai manusia sulit utk memahaminya....
    smoga jalan terbaik yg akhirnya nnti bisa diraih...aamiin

    BalasHapus