Kamis, 15 Desember 2011

Turn Left Turn Right

Ada yang pernah nonton film Takeshi Kaneshiro judulnya "Turn Left Turn Right"?


gambar diambil dari sini

Film lama ini sebenarnya, pembuatannya di tahun 2003, ya ngga lamalama banget sih ya.

Sahabat saya Ketsia Alaya yang merekomendasikan film ini sekitar 3 minggu lalu. Itu pun garagara dia harus dinas luar kota, dan tanpa sengaja sebuah TV kabel menayangkan film ini waktu sedang di kamar hotelnya. Dia pun akhirnya menonton lagi film ini, iya Ketsia ini sudah pernah nonton film ini sebelumnya dan ternyata film ini memberikan kesan yang mendalam saat dia pertama kali nonton.

Berawal dari iseng weekend kemarin, karena ngga ada acara apaapa, ya udahlah saya coba deh nonton film Kakak Takeshi yang memang pernah saya idolakan.

Film ini menceritakan seorang pemain biola John Liu (Takeshi Kaneshiro) dan Eve Choi (Gigi Leung) yang adalah seorang translator. Sifat keduanya saling melengkapi satu sama lain, tapi entah bagaimana nasib seperti mempermainkan mereka.

Film ini memperlihatkan kehidupan masingmasing tokoh dalam kehidupannya seharihari. Bagaimana John Liu berusaha keras supaya musiknya bisa diterima di sebuah perusahaan rekaman, menghabiskan waktunya untuk menulis partitur lagu di dalam apartemen kecilnya atau di sebuah taman yang indah, triktriknya menghindari pemilik apartemen saat ditagih uang sewa. Tak beda jauh dengan Eve Choi yang berusaha keras agar buku puisi favoritnya yang sudah dia translate diterima oleh editor agar bisa diterbitkan oleh penerbit, bagaimana dia menghadapai ketakutannya sendiri saat harus mentranslate sebuah novel horor, juga hariharinya yang selalu diisi dengan menulis puisipuisi indah tapi belum ada satu pun penerbit yang mau menerbitkannya. Tanpa penonton sadari, ternyata ada benang merah antara si John Liu dan Eve Choi. Sebuah pertemuan yang tidak sengaja membuka cerita lama yang mana ternyata kedua tokoh sudah saling mengenal jauh bertahuntahun sebelumnya.

Saya ngga pinter bikin recap, jadi saya ngga akan cerita partpart filmnya, mendingan nonton sendiri aja.

Film ini setipe dengan serendipity. Yang mana banyak menggambarkan adeganadegan yang berhubungan dengan nasib. Udah kan ketahuan kan betapa saya nih suka sama ceritacerita yang menyemenye begini. Romantis iya, lucu iya, tragis juga iya. Ending begitu beres nonton film ini udah ketebak lah pasti, ngayal, berandaiandai yang ngga mutu, dan masih lho mengulang buat nonton lagi. Totalnya sampai tadi malam saya udah bulakbalik nonton film ini 3 kali. Hmm...kalau ditanya bagus apa ngga, saya akan bilang film ini sebenarnya standar film romantis. Tapi alunan biola sama katakata puisinya bagusbagus, plus tentu saja adeganadegan permainan nasib ini bikin gemes, yang bikin saya belum bosen nontonnya. Jalan ceritanya sebenarnya ngga jelek kok, cuma memang saya akui endingnya agak ganggu, maksa, merusak alur yang udah indah banget disusun.

Garagara film ini saya jadi ngelamun semalam, yang kemudian saya curahkan si lamunan itu ke twitter. Mungkin kalau yang follow saya sempet baca twittwit ngehek saya semalam.
mungkinkah tanpa sadar kita berselisih jalan?

mungkinkah tanpa sadar kita pernah duduk di dalam gerbong yang sama, atau tanpa sadar berdiri saling membelakangi?

mungkinkah tanpa sadar kita berdiri di halte bis yang sama atau malah berdiri saling bersebrangan?

mungkinkah tanpa sadar aku pernah melihatmu dan kamu melihatku?

mungkinkah tanpa sadar kita berkunjung ke tempat yg sama di waktu yg sama tp takdir tdk membiarkan kita bersua?

mungkin tanpa sadar kita pernah berlari bersama menghindari hujan, berteduh di naungan gedung yg sama, diantara kerumunan orang

mungkin tanpa sadar kita memiliki rasa yg sama tapi tidak ada nyali untuk mencoba menyapa

mungkin tanpa sadar kita tinggal di lingkungan yg sama, tempattinggal yg bersebelahan, tp kembali takdir mempermainkan kita
Belum beres ngelamunnya tahutahu muncullah pengganggu, siapa lagi kalau bukan si usil Ketsia. Jadi rusak suasananya, bubar deh lamunannya.

Sampai sekarang saya masih teracuni sama film Turn Left Turn Right, otak saya masih larilari ke soal "janganjangan selama ini gue sering berselisih jalan sama jodoh gue tapi nasib lagi senengsenengnya mempermainkan kami berdua" #eaaa. Duhhh cucimuka ahhh, ngelantur kemanamana nih otak saya.

Selamat menonton...

6 komentar:

  1. menarik kayaknya filmnya ya...
    gua suka ama serendipity soalnya...

    BalasHapus
  2. pengen nonton :)
    saya lumayan kenal Takeshi Kaneshiro

    BalasHapus
  3. @Arman iya setipe sama serendipity, cobalah isengiseng ditonton

    BalasHapus
  4. @catatannyasulung tontonlah, aku jg iseng via youtube nntnnya :)

    BalasHapus
  5. Kok orang2 pada tahu takeshi ini seh? *brb beli filmnya*

    BalasHapus
  6. @niee irniii demi apa ngga tau takeshi??? btw itu film udh lama, ngga yakin ada filmnya di abang2 lapak, saya aja nonton di youtube :D

    BalasHapus