Selasa, 24 Januari 2012

Untuk Kamu, si Pencuri :)

Sebuah pertanyaan muncul dengan lancangnya tanpa permisi.

Kapan saya mulai mengenalmu?

Jika merunut ke belakang, sepertinya saya dan kamu memang tidak pernah berkenalan secara resmi. Seorang sahabat yang sudah saya kenal baik, mengirimkan rangkaian huruf -yang bahkan sudah tidak dapat saya ingat lagi- di waktu lalu. Saya coba ketik hurufhuruf tersebut dan sampailah saya ke 'rumah' kamu.

Meskipun orangtua sudah memberikan pendidikan yang cukup, tapi saya akui, saya tidak cukup sopan berkunjung ke 'rumah' mu saat itu. Tidak ada salam, tidak ada permisi, bahkan saya tidak coba mengajakmu bercengkerama. Begitu singgah di 'rumah' mu, saya dengan lancangnya langsung memasuki semua ruang yang ada di sana. Bak pencuri, saya berkunjung diamdiam, sebisa mungkin tidak meninggalkan jejak.

Sekali, dua kali, tiga kali, sampai tidak terhitung berapa kali saya berkunjung kesana. Ternyata meskipun saya yang datang mengendapendap bak pencuri, tapi justru kamu lah pencuri yang sebenarnya. Hati saya telah kamu curi, tentunya tanpa kamu sadari. Kata yang jika berdiri sendiri tidak bermakna, kamu rangkai dengan indah menjadi kalimat yang bermakna. Saya jatuh hati dengan katakata yang kamu tulis di setiap ruang 'rumah' mu.

Sayang...tibatiba kamu menghilang, blass, saya tidak tahu kamu kemana. 'Rumah' mu sepi, banyak ilalang di halamannya, cukup banyak debu yang menghiasi katakata indah itu. Saya pun lupa...

Tanpa sengaja, beberapa waktu lalu, saya berkunjung lagilagi dalam diam ke sana. Dan hei... kamu sudah kembali, meskipun katakata yang kamu tinggalkan tidaklah indah, cenderung meninggalkan kesan sedih dan suram saat itu. Kesedihan itu menular, saya pun meninggalkan jejak untuk pertama kalinya di 'rumah' mu. Hanya supaya kamu tahu, ada yang menantikan kehadiranmu selalu di 'rumah' itu.

Meskipun sampai sekarang kamu hanya kembali sesekali saja ke 'rumah', tapi paling tidak, ada damai menyusup di dada saat tahu kamu baikbaik saja. Tidak seperti dulu, sekarang setiap kali kamu kembali, saya pasti meninggalkan jejak di sana. Hanya ingin membuatmu tahu, ada yang selalu menantikan kepulanganmu di sana. Meskipun kamu dan saya tidaklah saling mengenal, bahkan kamu pun hanya sekali berkunjung tanpa sengaja ke rumah saya, yang sukses membuat saya terperangah tak percaya saat menemukan jejakmu di rumah ini.

Entah kapan kita bisa berkenalan dengan resmi. Entah kapan Tuhan akan luluh dan ikut campur mempertemukan kita. Tapi hei... saya cukup bahagia dengan kondisi saat ini. Mungkin semuanya malahan bisa menjadi buruk jika kamu dan saya bertatap muka. Terima kasih untuk rangkaian kata yang kamu jalin mengisi ruangan di 'rumah' mu :)

30 komentar:

  1. ini maksud pencuri hati kah ?
    soalnya rada kurang mudeng masalah beginian,heheh

    BalasHapus
  2. Sedalam itu efek sebuah tulisan ya? Luar biasa...
    Jadi pingin tau link blognya... :)

    BalasHapus
  3. aku jadi teringat postingan berbahasa jawa di blogku yg berjudul ono maling :) ... maling ati

    semoga suatu hari akan ditemukan langsung dgn si pencuri hati ya

    BalasHapus
  4. @ Andy: pencuriii...mmm...apa cobaa :p
    @ Nandobase: :"> jangan deh Mas, saya ngga berani share linknya :D
    @ Mohamad rivai: lhoo aku cantik begini kok dipanggil Om :(
    @ Ely Meyer: hahaha tapi maling di tulisanmu itu kakinya 4 mba :D aduuhh aku pas nulis ini berdoa banget semoga si pencuri ngga pas iseng mampir dan baca tulisan ini, isin :P

    BalasHapus
  5. ahh...seandainya saja pencuri hati itu berhati 'robin hood' tentulah hati ini semakin dekat saja padanya...
    asyiiikkk...seruu..!

    BalasHapus
  6. stop kau mencuri hatiku....
    duh...

    BalasHapus
  7. aku malah berdoa lain, semoga si pencuri itu baca postingan ini, jadi ikut seneng ada dua hati yang mungkin sama sama deg deg annya ^_^

    BalasHapus
  8. cie cie senyumnya tiesa....
    akhirnya yang dinanti tlah kembali meskipun masih dalam alam maya. . ......
    semangat raih harapanmu tis...

    BalasHapus
  9. ehm, sepertinya ada yang lagi curhat nih.. hehe.. bagi dong alamat rumahnya miss, siapa tahu dhe bis ikut memberi kebahagiaan disana.. atau bisa menyampaikan pesan yang miss tulis disini.. :P

    BalasHapus
  10. Tadi kira tentang pencuri apa gitu, ternyata mengenai pencuri hati :-D
    Salam!

    BalasHapus
  11. ciyee yg lagi falling in lope :p

    BalasHapus
  12. hmm gak gitu ngerti. tapi kayaknya yang dimaksud ini bukan orang ya?

    BalasHapus
  13. wah nakin ingat ajha bigh lagunya si dewpesik.

    stop kau mencuri hatiku.
    wkwwk

    BalasHapus
  14. @ Bensdoing: apa sih berhati 'robin hood' ngga mudeng saya :p
    @ Tina: malahan nyanyi, hehehehe
    @ Ely Meyer: halahhh ini kok jadi keluar konteks :D
    @ Susu segar: eh eh saya ngga memupuk harapan apaapa yaa
    @ Dhenok Habibie: jangan ahh, biar saya simpan aja alamatnya :P
    @ Kips: iya hatinya tercuri garagara tulisan :)
    @ Si Galau: iya jatuh cinta sama tulisan :)
    @ Arman: hmmm...biarlah cukup gue yg tahu apa yg dimaksud :)
    @ mharjipes.com: hahahaha bergabung sama Tina sana buat karoke bareng :)

    BalasHapus
  15. tak tahu apakah aku pernah mengalami hal yang sama, entah sebagai pihak yang mana

    BalasHapus
  16. mksdx ni pencuri hati gitu ya..?, udalah gk usah repot2 lapor aja ke polisi terdekat heheh...,

    judulx agak malu2 meong.., tulis aja judulx 'Aku jatuh cinta', ^_^

    BalasHapus
  17. Blog nya unyu-unyu bangeeeet mba,,,,, hehehehehe

    simple and keren bgt mba,,,

    follow sukses 13 mba....

    follow back,,,, nice share and happy blogging

    BalasHapus
  18. hahahahah.
    maap lha kelepasan, biasanya manggil om.

    iya mbak.
    intinya apa sih?

    BalasHapus
  19. lho kok bisa keluar konteks ? khan ada hubungannya juga ya ? ^_^

    BalasHapus
  20. @ kampungmanisku: sebagai pencuri atau yang tercuri? :)
    @ Lentera langit: jatuh cinta sama tulisannya ya :)
    @ Falah Mulyana: terima kasih :)
    @ Mohamad rivai: apa coba intinya? *sok misterius*
    @ Ely Meyer: abis mba ely bahas soal hati sih, kan aku jatuh hatinya sama tulisannya thok :P *iya gitu?*

    BalasHapus
  21. bagaimana yang dimaksud dengan mencuri tanpa disadari? Kalau kecurian sih jelas...

    BalasHapus
  22. kalau dilihat dari postingan di atas sih kayaknya nggak jatuh cinta sama tulisannya saja *sok tahu*
    tapi ikut seneng lho andai memang bisa jadian *digampar Tiesa !*

    BalasHapus
  23. @ Falzart: tanpa sengaja mengambil Fal :) *nggak nolong kayaknya deh*
    @ Ely Meyer: Mba ely yaaa...seneng benerr godain aku hehehehe

    BalasHapus
  24. si pencuri itu pasti sudah baca ato bahkan berkomentar di sini *aduh .... Tiesa aku jangan dipukul sama sandal donk* ^_^

    BalasHapus
  25. @ Ely Meyer: engga doong, kan ada polisinya, jd ketauan kl dia kesini hihihi

    BalasHapus
  26. Oalah, Mbak lagi jatuh cinta ya? :P

    BalasHapus
  27. aeeeeh, ini toh 'pencuri' yg disebut-sebut itu, qiqiqiqiqiq.... i hope one day, your path will cross his dan ada kesempatan untuk berkenalan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bingung mau mengamini atau tidak hihihi

      Hapus