Jumat, 20 April 2012

Lucu? Masa Sih?

Kondisi badan saya lagi ngga begitu fit sejak semalam, niatnya hari ini ngga akan posting apaapa dimari, ya secara kerja aja kayak fokus ngga fokus, apalagi ngetik ngerangkai kata, itu syusah lho, eh iya kan susah kan? *nyari massa* Cuma dikarenakan tadi sempet nyimak TL yang mana ada twittwit dari Mbak Tyka, eh yang mana twittwitnya mengusik hati sanubari saya, ya sudahlah saya cerita aja di sini.

Saya kutip twitnya Mbak Tyka:
@ndutyke: intinya: kalo becanda ga usah kasar ("idiot","retard", "blind", "deaf"). ucapan adalah doa dan doa yg buruk akan kembali kpd kita sendiri:)
@ndutyke: eh doa yg baik jg akan kembali kpd kita sendiri, ding. terutama jika diucapkan tanpa sepengtahuan org yg kita doakan, cmiiw.
Melihat kicauan itu, bikin hati saya terusik lagi. Jadi beberapa hari lalu saya sempat berkicau:
@mstitisari: kadang orang lupa, ada canda yang bisa menggores luka
Sepele awalnya, cuma garagara saya kaget membaca candaancandaan beberapa teman saya. Macem katakata "idiot", "bencong", "autis", "punya otak ngga sih lo?", "sumpah demi apa? bohong mandul lo ya?" oh maann katakata itu kok menyeramkan yah. Saya sering mendengar katakata yang lebih parah dari itu dalam candacanda 'lucu' di lingkungan saya, tapi kok saya ngga pernah merasa hal itu lucu yah? Awalnya saya berfikir, "ini gue yang terlalu perasa atau emang dasarnya gue ngga asik ya?" Tapi ketika baca kicauan Mbak Tyka tadi, saya mikir, perasaan ngga nyaman saya mendengar candaan ngga lucu itu wajar, ucapan itu doa, makanya jangan sembarangan ngucapin katakata.

Beberapa teman saya ada yang komplen soal betapa ngga asiknya saya, betapa saya kok jadi orang serius amat sih. Tapi coba siapa sih yang bisa merasa nyaman dengan candacanda macam itu? Ya okei itu kembali ke selera humor masingmasing orang sih, saya ngga akan menjudge mereka yang bisa berkatakata begitu dan menerima katakata itu sebagai orang yang 'buruk' tapi mungkin mereka memiliki perisai di hatinya lebih tebal dari yang saya punya. Cuma sebaiknya lihat lingkungan sekitar juga, walaupun katakata candaan itu bukan ditujukan ke semua yang ada di situ, tapi ngga menutup kemungkinan beberapa dari mereka yang ada di situ merasa ngga nyaman mendengarnya. Dan coba pernah ngga berfikir, ketika ngomong katakata itu, perasaan si yang diledek seperti apa? "Oh santai aja dia asikasik aja kok. dia juga ikut ngakakngakak juga kok" Mukanya sih ketawa, tapi apa iya dalem hatinya dia juga ikut tertawa? Bisa aja lho di luarnya dia ketawaketawa padahal dalam hati dia menjerit, menangis karena merasa sakit dengan ledekan itu.

Saya perhatikan ledekanledekan  menyakitkan macam itu juga merajalela di kalangan abege, anakanak esempe aja banyak kok. Faktor televisi juga bisa jadi salah satu penyebabnya. Saya pernah nonton satu tayangan musik yang, ya sudahlah ngga usahlah saya sebut nama acaranya, yang pasti hostnya termasuk salah satu host yang terkenal di sini, sering menuai kontroversi juga karena 'ocehannya' yang ngga dipikir dulu, agak aneh acara tersebut bisa punya rating yang tinggi. Katakata yang dipakainya kadang ngga disaring dulu, itu salah satu kelemahan acara on air, ada kesalahan apa ngga bisa dipotong, semua tayang apa adanya. Seharusnya pihak stasiun tv sekarang bisa lebih cerdas mengatur jam tayang program mereka. Banyak program televisi yang menjual humor tapi humornya 'sadis'. Mungkin memang selera humor saya yang sudah hilang, tapi buat saya halhal yang berkaitan dengan 'kekerasan fisik' ataupun ledekanledekan 'sadis' ngga ada luculucunya. Sampai sekarang saya masih aneh melihat orang yang bisa tertawa ngakak sampai terpingkalpingkal cuma karena melihat si komedian jatuh, dipukul, atau diledek abisabisan. Entahlah mungkin memang saya yang aneh.

Cuma mau bilang, hatihati sama ucapanmu meski itu cuma sekedar meledek.

16 komentar:

  1. iya setuju...
    kudu ati2 kalo ngomong/ngeledek.. jangan sampe menyakitkan orang lain...

    BalasHapus
  2. memberikan + di blog sobat,,,,,,

    dan berdo'a semoga sobat cepat sembuh,.

    aaaaaaamminnn

    BalasHapus
  3. Aku ngeledek yang aneh-aneh sama orang yang suka ngeledek aku yang aneh-aneh juga.
    Kalau nggak, ya aku sebisa mungkin gak menyebutkan kata kata buruk hehe :D

    BalasHapus
  4. "orang kalo kebanyakan omong dan bercanda, lbh banyak (ucapan) salahnya daripada benernya...."

    -another JLEB quotation that I got from someone..........

    BalasHapus
  5. Ya, kalau bisa berkatanya yang baik-baik saja... Tapi indikator keakraban seseorang dengan orang lain adalah ketika sebuah sindiran dengan kata-kata yang bagaimana pun menyakitkannya kepada orang lain terlontar dan orang yang menjadi objek sama sekali tidak sakit hati...

    BalasHapus
  6. setuju deh mbak.. tapi kadang kalau sama sahabat deket suka keceplosan

    ehcie yang dapat chibi chara baru :D

    BalasHapus
  7. kadang kalo deket orang bisa canda2an yg agak kasar, tp kmrn juga aku merasa ga etis aja misal becanda dengan hal begituan. misal kata digampar, tendang, sial. itu sudah agak gimana gitu. termasuk kata autis juga. :)

    BalasHapus
  8. berbicaralah yang baik atau diam :D

    BalasHapus
  9. saya termasuk org yg suka becanda jga..tapi kalau mau blg autis,idiot takut juga. yaa bcanda sewajarnya aja..

    BalasHapus
  10. kalau menurut hal wajar kalau kita ada & berada dilokasi tertentu,soalnya aku juga merasakan hal yg kamu rasakan tapi lama kelamaan enjoy aja soalnya terkadang bukan mereka yg harus menyesuaikan dengan kita tapi kita yg harus beradaptasi dengan mereka

    BalasHapus
  11. hem, kalo saya sih biasa di ledek seperti itu dan itu membuat saya semakin berjiwa besar saat itu, semoga sampai nanti ya :D

    kalau acara luculucuab (ikutan ga pake strep) saya sekarang suka sama stand up comedy :D

    BalasHapus
  12. iya yah, katanya mulutmu harimau mu, ada juga perkataan adalah do'a, jadi kudu baik2 berkata :D

    BalasHapus
  13. alhmdlhh...aku sudah diingatkan disini :)
    thx ya Tiesa !

    BalasHapus
  14. Saya hanya berkata jelek dalam bercanda sama temen deket sendiri. Di luar itu, pake sabuk pengaman donk mulutnya :)

    BalasHapus
  15. Kalo dalam Islam, kita diminta berkata-kata yang baik, atau diam jika tidak bisa. Maka dari itu juga, orang yang marah disuruh diam, wudhu, sholat dua rakaat, supaya tidak berkata buruk.

    Kata kakek saya, kata adalah do'a, so... bisa disimpulkan. :)

    BalasHapus