Jumat, 25 Mei 2012

Ada Air Mata Setiap Bercerita Tentangmu :')

Entah pergi kemana saja aku kemarinkemarin. Entah apa yang menyesaki kepalaku duludulu. Kenapa baru sekarang aku menyadari rambutmu tak selebat dulu, sudah banyak semburat putih yang menggantikan ikal hitam di kepalamu. Kulitmu pun semakin pucat sekarang. Suaramu masih khas, tapi sudah tidak selantang dulu.

Dulu banyak hal yang sering dilontarkan seputar mimpimimpimu, dan aku selalu bangga mendengarnya. Sekarang lebih banyak tentang syukur dan sabar yang sering terucap dari bibirmu. Mungkin sudah banyak impianmu yang tercapai, meskipun aku tahu masih ada satu dua hal yang kau idamidamkan. Tapi lagilagi dirimu selalu bilang, "yang sabar mbak, setiap ujian itu berarti naik kelas", "apapun yang kamu dapat, sesedikit apapun, sesakit gimanapun, jangan pernah lupa bersyukur."

Mereka di luar sana banyak yang menyebutku anak Mama, melihat betapa seringnya aku pergi, ngobrol dan bercerita tentang Mama. Padahal sebenarnya secara feeling, aku lebih dekat dengan kamu, tanpa harus berbicara pun kita masingmasing tahu apa yang sebenarnya ada di pikiran kita masingmasing. Seringkali banyak hal remeh, bahkan nasihat Mama yang jarang bisa aku terima. Tapi entahlah, setiap kali kamu yang bicara, meskipun inti nasehatnya sama, justru bisa langsung bisa diterima oleh nalarku. Bohong kalau bilang kita tidak pernah berselisih paham, tapi perselisihan itu justru karena terlalu samanya kita. Keras kepala kata Mama, untunglah bukan keras hati. 

Banyak tulisantulisanku baik yang dipublish maupun terendap di draft bercerita tentang Mama. Padahal seringkali aku pun mencoba menulis tentangmu, tapi tak satu pun yang bisa aku selesaikan sampai akhir. Hati aku tidak pernah mampu menampung air mata setiap kali mencoba menulis tentangmu. Tapi malam ini, melihatmu duduk di atas tempat tidur di RS ini, membuat jarijariku ingin bercerita tentangmu.

Feelingku sudah buruk seharian lalu, gelisah tak menentu. Padahal tindakan mengenyahkan batu ginjal bukan yang pertama kali kamu alami, tapi hari kemarin perasaanku tak tenang. Tidak ada satu pun yang menunggumu, menjadi penyebab gelisahku tak kunjung pergi. Istigfar, itu pesanmu yang selalu kuingat apabila merasa gelisah tak tentu. Jam makan siang, kamu mengirimkan pesan singkat, sudah dilakukan tindakan dan kamu baikbaik saja. Seharusnya gelisahku hilang mendapat berita itu, tapi masih saja si gundah duduk anteng dalam hatiku. Sore, masih di perjalanan pulang, karena tidak juga merasa tenang kuputuskan menelponmu. Ternyata benar, ada yang tidak beres terjadi padamu. Kondisimu drop, lemas dan hampir pingsan, seketika itu juga membuatku panik dan ingin membelah macet yang menghadang perjalananku. Banyak pikiran buruk berkelebat di kepalaku saat itu. Aku yang selalu bahagia ketika hujan datang, saat itu berbalik mengutuk badai yang menghalangi langkahku berada di sisimu. Paling tidak aku tahu, kamu tidak sendiri, ada Mama di sampingmu, menjagamu dan memastikan kamu akan baikbaik saja. Jika ada hal buruk, dipastikan aku akan segera tahu.

Maaf ya Pap, ngga bisa selalu ada di samping Papa. Malam ini melihatmu bisa solat kembali tidak dalam posisi duduk, sedikit membuatku lega. Yaa...meskipun tubuhmu tampak lebih kurus, matamu lebih cekung, paling tidak aku tahu kondisimu mulai membaik. Salah satu kebahagiaanku itu melihatmu bahagia Pap, menjadi anakmu juga menjadi kebahagiaanku. Kamu yang menjadi Papaku, bukan George Clooney aktor idolaku, bukan juga Aburizal Bakrie pengusaha kaya raya, cukup kamu, pria biasa dengan sifat yang luar biasa. Andai setiap bayi yang akan dikirimkan ke dunia boleh memilih orangtuanya, aku akan tetap memilihmu menjadi Papaku dan Mama menjadi Mamaku. Cepat sembuh ya Pap... Pulang ke rumah dan ngga menemukan Papa, membuat semuanya beda. Seperti makan sayur tanpa bumbu, yahh karena belakangan selera makanku pun hilang karena ngga ada kamu. I love you Pap, may Allah swt always bless you :')

24052012
papa's little daughter

19 komentar:

  1. Semoga papa tercinta cepet sembuh, sembuh yah :)

    BalasHapus
  2. Amin tis,, moga papa bisa cepat sembuh yah..
    aku kadang suka sedih kalo liat picture orang tua yg lg skit :(

    but,kamu harus tetep semangatin papamu yah biar sehat kembali :)

    BalasHapus
  3. Aduh aku mau mewek :(
    Teringat papahku.....

    Get well soon tiesa's dad.

    -ndutyke

    BalasHapus
    Balasan
    1. #pukpuk wis tho jgn mewek :(

      Hapus
  4. semoga cepet sembuh...berdo'a dan sabar

    BalasHapus
  5. Allah slalu mendengar do'a anak anak yang berbakti..cepat sembuh untuk papanya :)

    BalasHapus
  6. Miss, tetap ceria dan tabah ya. Semoga si Papa cepat sembuh..Dia pasti bangga punya gadis penyayang sepertimu :)

    BalasHapus
  7. semoga cepet sembuh ya..

    BalasHapus
  8. Ikut mendo'akan, semoga Papa nya cepat sembuh, sehat dan bisa berkumpul kembali :D

    BalasHapus
  9. Semoga lekas sembuh papanya, ya non...
    Biar bisa bercanda lagi...
    Mungkin hikmahnya supaya non ingat sama papa... :)

    BalasHapus
  10. semoga cepet sembuh yah papanya sist, tetep positif thinking dan berdoa

    BalasHapus
  11. semoga cepet sembuh ya om :)

    BalasHapus
  12. dibantu doa dr sini Tiesa, semoga papanya lekas sembuh, biar bisa kembali ebrkumpul dengan seluruh anggota keluargakembali

    BalasHapus
  13. semoga papanya cepat sembuh yah :))

    BalasHapus
  14. @ dear all: Papa ku udah keluar RS, sedang masa pemulihan sekarang, terima kasih ya buat doanya :')

    BalasHapus
  15. semoga cepat sembuh ya papanya mbak. he's a strong man. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Ham, alhamdulillah sudah membaik :)

      Hapus