Selasa, 24 Juli 2012

Lisanmu Kemuliaanmu

Puasa sudah masuk hari ke-4, masih semangat kan mengejar pahala? Harus doong, sini pun masih semangat walau agak sedih lihat angka timbangan yang mana sudah berkurang 1kg, hiks. Menggemuknya susah kok ya gampang banget turun berat badannya :( *curhat*

Seperti biasanya hari Minggu saya semangat berangkat buat belajar ngaji. Apalagi bulan puasa, harus 2 kali lipat semangatnya :D Nah ada dua kajian yang saya hadiri hari itu, kajian reguler yang mana temanya adalah "Fikih Munakahat" ngga akan saya bahas, cukup di kajian aja mupengnya, ngga mau mengulang lagi. Yang kedua kajian umum di masjid yang mana adalah rangkaian acara Ramadhan, temanya "Kemilau Muslimah, Lisanmu Kemuliaanmu". Mantep banget kan tuh temanya, pengisinya adalah Bunda Ningrum Maurice.

Dari pembukaannya udah makjlebb banget katakata Bunda itu. Katakatanya santun tapi maknanya dalem. Makin banyaknya komunitas hijab saat ini, membuat wanita berjilbab jadi semakin banyak. Satu sisi hal itu adalah berita yang membahagiakan, tapi di sisi lain timbul kekhawatiran, apakah para akhwat dalam hal memperbaiki hati sama sibuknya seperti saat mereka memperbaiki penampilan? Itu maknyoss lhoo kalimatnya. memang kalau dilihat sekarang jilbab jadi salah satu gaya busana di masyarakat kita. Tapi kadang, ngga sedikit juga sikap dan lisan para pengguna jilbab itu tidak mencerminkan jilbab mereka. Buat saya kajian kemarin seperti pengingat, jangan sampai terlalu sibuk menata penampilan sampai lupa bahwa hati yang mana menjadi tolak ukur sikap dan lisan juga harus ditata.

Bunda cerita suatu waktu pernah ada ikhwan yang mengirimkan sms kepada beliau. Yang mana sms-nya berisi kekecewaannya kepada akhwat yang berjilbab. Ikhwan itu berpikir, seorang wanita yang berjilbab berarti baik akhlaknya, terjaga sikap dan lisannya. Tapi ternyata yang ikhwan itu temui justru hanya bagus di cangkangnya saja, cantik penampilannya, rapih pakaiannya tapi lisannya nyelekit, sikapnya kasar. O Ow...cerita itu membuat saya termotivasi untuk segera menata diri.

Kebaikan manusia itu adalah sesuatu yang membuat jiwa dan hati tenang sebaliknya keburukan justru hanya akan membuat jiwa dan hati gelisah dan bimbang. Contohnya simple, misalnya kita bohong, pasti bawaannya ngga akan tenang, sebaliknya kalau jujur apaadanya meskipun pahit tapi lebih menenangkan. 

Kesimpulan dari kajian kemarin itu, kemuliaan hati dan raga bisa dicapai apabila kita mau melatihnya. Caranya gampang, hanya kembali kepada kitanya, si pelaku mau disiplin melakukannya atau ngga.
1. Cintai Sholat, jangan sholat yang mencari kita tapi kita yang cari sholat. Iya kalau pas masjid sebelah ada yang adzan, kalau ngga ada yang adzan, mau ngga sholat?
2. Rasakan indahnya Al-Qur'an, membaca Al-Qur'an jangan sekedar mengejar khatam tanpa tahu dan memahami artinya. Lebih baik membaca 1 ayat tapi paham dan mengerti betul maknanya, daripada 1 bulan khatam 3 kali tapi ngga tahu apa yang dibaca.
3. Agungnya Dzikir, ujian adalah makanannya manusia, dengan ujian lah tanda bahwa Allah menyayangi kita. Seberat apapun sesulit apapun, jangan pernah lupa untuk dzikir, kalaupun belum menemukan jalan keluar paling tidak hati bisa tenang.
4. Dekatnya Allah melalui tahajud, tahajud itu sebenarnya adalah waktu kita dengan Allah bisa sharing secara private. Antara jam 1-3 adalah waktu dimana orang lain sedang nyenyak tidur, di situlah kita bisa curhat lebih intim dengan-Nya, bisa mendengarkan 'hati' kita dengan lebih tajam sehingga tahu apa yang sedang sangat kita butuhkan untuk nantinya disampaikan kepada-Nya.
5. Ikhlasnya kita pada Allah dengan shaum dan sedekah, jangan pernah lupa dalam rejeki kita ada rejeki orang lain, hendaklah itu dikembalikan lagi kepada mereka. Ketika sudah berbagi pun haruslah ikhlas, yang mana ikhlas itu tidak perlu dilisankan cukup dirasakan, simpan baikbaik perasaan itu.

Faktor lingkungan pun ngga lepas menentukan baik buruknya akhlak kita. Apabila duduk di lingkungan berakhlak baik maka akan baik pula akhlaknya. Memang sulit mencari lingkungan yang baik sekarang ini, maka itulah buatlah lingkungan yang baik itu.

Mudahmudahan bisa diambil pelajaran dari sharing saya ini ya, kembali bekerja lagi. Tetap semangat puasanya, dan buat yang ngga puasa tetap jaga toleransi :) Have a nice day! :D

18 komentar:

  1. Tiesa .. met puasa ya
    baru beberapa hari sdh turun satu kalo ?

    BalasHapus
  2. keren postingannya....

    met puasa

    BalasHapus
  3. hmm... bener juga yaa.
    kalau begitu kita harus mulai bisa melihat tidak hanya dari sisi lain saja,,


    Lama tak berjumpa di blogger ... ^ ^

    BalasHapus
  4. Hmmm... met puasa aja deh hihi :D

    BalasHapus
  5. semangat berbagi kebaikan melalui blog,,,
    bermanfaat

    #blogwalking senja

    BalasHapus
  6. Ngikut aja ah,, numpang lewat,,, hehe :D

    BalasHapus
  7. pelajaran yang bagus... :) saya simpan poin2nya buat pengingat.

    BalasHapus
  8. Thank you for sharing :)

    BalasHapus
  9. Hati yang tertata baik akan terungkap dari lisan ya Miss..Maka memang selayaknya kita berlomba-lomba mempercantik yang di dalam. Kalau dalamnya sdh cantik, apapun yg keluar dari lisan, memancar ke sekeliling..Lisanmu adalah hijabmu, juga tepat kali ya..

    BalasHapus
  10. kayaknya bakal turun 5 kg tuh mbak.. hihihi..
    saya jg sempat nulis 'keluhan' saya tentang fenomena jilbab yg menjadi trend, bkn sesuai tujuan sebenarnya..

    BalasHapus
  11. super sekali poin2 diatas...
    smoga kita bisa memaknainya !

    BalasHapus
  12. Lisan mu adalah kemulyaan mu kata2 yg singkat tapi luas untuk di jabar artikan

    BalasHapus
  13. Yang nomer dua, mengenai indahnya Quran, kebetulan saya saat ini sedang belajar itu. :D Ngapalin satu persatu, sekaligus dipahami. Bener-bener indah, baik dari bahasa maupun maknanya. *1 hari satu ayat*

    Daripada ngebaca tapi nggak ngerti artinya, apalagi kalo nggak tartil, malah bikin telinga sakit. *nyindir masjid sebelah yang suka pake TOA*

    BalasHapus
  14. iya bener banget miss.. dhe pun ikut belajar dari postingan ini, jadi makin lebih intropeksi diri.. semoga di bulan Ramadhan ini, kita jadi makin bisa belajar tentang bagaimana menjaga sikap dan lisan kita.. selamat puasa miss :)

    BalasHapus
  15. Tapi menurut aku orang yang sudah mau berjilbab itu udah hebat banget loh ties.. ya dia udah mau gitu daripada yang gak.. walaupun apapun sifat dalam dirinya.. hmmmm...

    BalasHapus
  16. good lessons itu... :)
    met puasa ya..

    BalasHapus