Kamis, 23 Mei 2013

Seputar Makanan

Sudah hampir 3 minggu ini bahan makanan satu ini selalu hadir di meja makan. Apalagi kalau bukan garagara Papa yang selalu meminta dibuatkan makanan dengan bahan satu itu. 

Bahan makanan apa sih?

JENGKOL

Iya mentemen, Papa saya tuh doyaaaannn banget sama makanan satu itu. Dulu malah klop banget sama si bungsu, kalau soal makan jengkol. Bapak sama anak samasama doyan. Cuma entah kenapa si bungsu udah jaraaaaang banget ikutikutan makan jengkol sekarang.

Balik soal menu masakan, karena Papa udah mulai bosen ceritanya sama yang namanya lalap jengkol. Jadilah dimulai dari hari Minggu dua mingguan lalu, pulang dari pasar, Papa menenteng seperempat gram jengkol. Dicuci lalu direbus sendiri, masih dalam kondisi panas, Papa memberikan semangkuk jengkol itu ke hadapan saya dengan wajah penuh harap. 

"Bikinin rendang jengkol yah?" *untung ngomongnya ngga pake kedipkedip manja sih*

Saya pun cuma bisa melongo, kenapa saya yang diminta bikin yah :(. Manalah saya tega menolak permintaan Papa, ya sudah dibuatkan lah, walaupun belum pernah buat. Perdana pokoknya hari itu saya membuat rendang jengkol, bumbunya? Dikirakira aja, ngga bedabeda sama waktu bikin rendang daging. Begitu jadi, Papa bilang enak lho, waahh buka warung nasi aja apa yah gue, menunya rendang jengkol :D :D :D

Nah sejak itulah, Papa jadi semakin sering minta dibuatkan rendang jengkol. Kalau ngga rendang jengkol, semur jengkol, dua menu itu aja gantigantian menghiasi meja makan saya. Duuhhh...

Saya tahu sih sebenernya jengkol itu makanan dengan gizi tinggi, tapi baunya itu lho aku tak tahan TT_TT Meskipun sudah direbus dahulu, bau jengkol itu ngga bisa hilang 100%. Alhasil, setiap mau ke kamar mandi, Papa bawabawa karbol biar ngga diomelin Mama :D :D

Masih soal makanan, bukan jengkol lagi. Saya tipe yang agak susah jajan di luar, gampang mual dan pusing kalau harus jajanjajan di luar. Ketika ke kantor dan kebetulan tidak berpuasa, pasti saya membawa bekal makanan. Tapi, saya ngga bisa kalau bekalnya bukan terdiri dari nasi, dua macam lauk dan sayur. Nah ceritanya waktu hari Selasa kemarin, saat saya membungkus bekal makan, terjadi percakapan antara saya dan Mama.
Mama: "Kamu inget ngga omongan Mbak Panti kemarin?"
Saya: "Hah?"
Mama: "Iya dia bilang kan 'alhamdulillah kami ngga sulit Mbak ngurus adikadik disini, soal makanan kami biasanya cuma satu macam aja. Nasi dengan ikan saja, atau nasi dengan sayur saja, paling cuma ditambahin kerupuk sama kecap aja' inget ga?"
Saya: *ngangguk* "hooh"
Mama: "Kamu kan kalau lauknya ngga dua, suka pundung, kalau ngga ada sayur ngambek"
Saya: "......................."
Terus pas jam makan siang, lagi makan enakenak si misisboss tautau nyeletuk:
"Cuy...lo kalau makan lauknya ngga dua suka ngegerutu kan? Inget ga lo sama anakanak panti kemaren? Makannya cuma semacem aja, ngga pernah doubledouble"

(-_____________-!)

Iyeehh, sebenernya momen pas ngobrolngobrol di panti waktu Minggu kemarin, pas bahasbahas soal makan, akyu pun tersindir kakakk. Tapi mbok ya udah yah, kenapah semua jadi memojokkan akuuhh, huaaaa *nangis kejer*

Paling ngga ada hikmahnya, ada pelajaran yang bisa diambil, garagara ke panti kemarin, mudahmudahan saya jadi bisa lebih bersyukur, ngga pundungan lagi cuma garagara lauk kurang satu :D

Have a nice day!! :D

Senin, 20 Mei 2013

Berbagi Itu Indah

Tepatnya di hari Kamis siang kemarin, dua perempuan yang berada dalam satu ruangan lagi mengalami sindrom capek bin letih yang luarrr biasa *lebay*. Nyeletuklah si perempuan yang lebih tua "jalanjalan yuk", disambut dengan celetukan yang ngga pake mikir "ke panti asuhan aja yuk". Abis ngomong gitu pun eike yang nyeletuk juga kaget sendiri, "mau ngapain?" pikir saya. Tapi tak dinyana tak diduga, misisbos menyambut celetukan saya dengan antusias "yuuukkkk kapan?". Di sinilah mulai pusingnya, blank, mau ke panti asuhan mana aja masih ngga ada klu, mau bawa apa juga belum di list, dan ini serius mau beduaduaan aja ke pantinya.

Sebenarnya mainmain ke panti bukan hal yang baru buat saya, tapi biasanya saya cuma tau beres. Hanya duduk manis, tautau ada undangan kunjungan ke panti asuhan A beserta informasi no.rekening apabila mau menjadi donatur, udah selesai. Nah kali ini saya yang nyeplos, saya juga dong yang harus tanggungjawab, mau kemananya, bawanya apa, dananya berapa dan lainlain lainlain.

Ya sudahlah, jangan sampai saya dibilang ngga komit, saya langsung action caricari panti asuhan yang lokasinya bisa kami jangkau beduaan aja tentunya nanya ke Pakde Google aja. Ketemulah satu panti yatim yang klik di hati, telepun ke lokasi alhamdulillah mereka bisa terima kedatangan kami hari Minggu kemarin. Selanjutnya setelah diskusi berdua ajah mengenai waktu kunjungan yang disepakati hari Minggu kami akan main ke sana. Kami berdua mulai melist apa saja yang akan kami bagi dengan mereka.

Mungkin banyak yang berfikir, ngilangin jenuh kok ke panti yatim, emang ngaruh? yakin bisa ngilangin penat? Sama saya juga sempet mikir begitu kok, cuma ya udahlah udah terlanjur nyeplos juga masa mau ditelen lagi omongannya, ngga saya banget kalau begitu sih. Jadi dengan persiapan yang serba kilat, hari Kamis ide muncul, Jumat itungitungan budget, Sabtu belanjabelanja, Minggu action. Dan ternyata bisa lho, wooooww *mendadak bangga sendiri*

Hari Minggu siang akhirnya datang juga, saya dan misisboss berangkat juga ke Panti Yatim Al-Qi. Secara bawaannya lumayan banyak  jadi sangat sulit untuk kami datang ke lokasi jika harus memakai kendaraan umum. Dari awal saya sudah diinfo, kalau kendaraan sebaiknya diparkir di depan gang saja, jangan dibawa masuk. Begitu sampai lokasi saya melihat jalannya cukup besar untuk kendaraan masuk, kenapa mobil harus diparkir di depan gang. Akhirnya selidik punya selidik, pihak pengurus panti merasa tidak enak dengan tetangga sekitar yang berbeda keyakinan. Di lingkungan tersebut kebetulan hanya dua rumah saja yang berkeyakinan muslim, sisanya berbeda keyakinan. Awalawal panti tersebut berdiri, tentunya mereka meminta ijin kepada lingkungan sekitar, dan para tetangga menyetujui. Tapi amat disayangkan seiring berjalan waktu, semakin banyak penghuni panti tersebut, juga ketika sedang ramai donatur datang membantu, ada beberapa tetangga yang merasa keberatan dengan keadaan seperti itu. Amat disayangkan sekali menurut pikiran saya. Tapi pihak pengurus panti untunglah amat bijak menyikapi hal tersebut, mereka mencari alternatif dengan cara para tamu yang ingin berkunjung ke panti tersebut diminta untuk parkir di depan gang, dengan harapan tidak ada tetangga yang merasa terganggu.

Kunjungan kami bisa dibilang cukup singkat, tidak lebih dari setengah jam. Berkenalan dengan pemilik dan juga beberapa penghuni panti. Total seluruh anak asuhnya ada 32 orang, dimana lima orang balita dan sisanya anak usia sekolah. Saya sudah udah bisa diduga langsung jatuh hati melihat balitabalita lucuk yang ada di sana. Tapi yang meninggalkan kesan lumayan kena ke hati ada satu anak bernama sebutlah "L", anak lakilaki, cakep, putih, bersih, yang ternyata ditemukan di tempat sampah dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Kondisinya sekarang sudah sangat baik, dulu saat baru ditemukan, banyak sekali bisul, nanah di tubuhnya, cerita dari si pengurus. Sampai sekarang pun L masih suka dibawa ke dokter spesialis kulit, karena ternyata dia alergi terhadap protein hewani. Ada lagi satu anak yang cukup menarik perhatian saya, sebutlah dia "R", perawakannya yang kecil diantara temantemannya membuat saya senang sekali menggoda dia. Umurnya padahal sudah hampir 3 tahun tapi tubuhnya kalah besar dengan balita yang baru berusia sembilan bulan. R dulu ditemukan di teras panti, ada orang yang meninggalkannya dalam kardus mi instan. Saat itu usianya diperkirakan 3 bulan, kecil, pucat, dan dalam kondisi kedinginan, Hiks... :'(

Ceritacerita dari pengurus panti itu membuka mata saya, bahwa hal macam itu ngga cuma ada di berita televisi aja. Tapi benarbenar ada di kehidupan nyata, di lingkungan yang dekat dengan kita. Bertemu mereka, dengan orangtua yang mereka kenal adalah si Bapak dan Ibu pengurus panti membuat saya lagilagi bersyukur sekali bisa punya Papa Mama yang amat sangat pengertian, hidup cukup, bisa sekolah, lalu sekarang bisa bekerja dan mencari penghasilan sendiri, alhamdulillah. 

Siapa bilang stres, lelah, capek, cuma bisa dihilangkan dnegan jalanjalan, berbagi dengan sesama juga bisa bikin hati dan pikiran fresh lagi kok :). Yang pasti dengan berbagi kebahagiaan akan ada bahagia juga yang akan kita dapat. Dengan berbagi menumbuhkan rasa syukur dalam diri kita, ngga melulu mikirin target hidup, tapi juga bisa berkaca dan melihat "ahh ternyata masih banyak juga orang yang kekurangan tapi bisa hidup bahagia dengan apa yang mereka punya"

Yukk berbagi dengan sesama :)

Have a nice day :)

Sabtu, 18 Mei 2013

Sebuah Perjalanan Yang Dekat (Sebuah Cerita Yang Terlambat)

Oh udah lama yah saya ngilangnya, oh terakhir posting Desember 2012 yah, sekarang udah Mei dan baru muncul. Kemana aja? Blog sendiri ga disentuh, boroboro mampirmampir ke blog tetangga, tapi saya masih hidup, masih sehat alhamdulillah, cuma manajemen waktunya agak berantakan. Ya udah...ya udah... bukan agak tapi sangat acakacakan.

Teguran terakhir itu datang dari Irni, dan sesungguhnya tweet-nya Irni ini yang bikin saya akhirnya berjanji "gue harus nengok blog gue lagi, gue harus mulai komunikasi lagi sama tementemen blogger". Dan disinilah saya, siang-siang di jam istirahat kantor, yang lain makan siang, saya mencoba menyusun kata per kata, puter otak mau nulis apa.

Karena udah lama ngga muncul, saya mau mulai dari yang ringan dulu aja. Cerita basi sebenernya, cuma siapa tahu bisa jadi referensi buat yang mau liburan deketdeket aja, tanpa harus ngabisin banyak dana, waktunya pun bisa cuma semalam aja. Perjalanan saya di Januari lalu bersama beberapa teman kantor, tujuannya dekat cuma ke Bandung, karena tujuannya memang cuma pengen menyingkir sejenak dari kesibukan yang udah mulai bikin penat.

Kami berangkat Sabtu selepas solat Maghrib langsung menuju Bandung, tepatnya ke daerah Ciwidey. Kenapa pilih Ciwidey, soalnya pengen ke Kawah Putih. Iya...saya belum pernah ke Kawah Putih *tutup muka*. Perjalanan kali ini saya ditemani dengan tiga teman wanita yang mana salah satunya membawa serta keluarga kecilnya, dan seorang teman lakilaki. Jadi total kami bertujuh, pergi ke Ciwidey mau senengseneng. Sampai di sana jam 12 malam. Kok lama? Iyalah...secara jalannya juga santeee, laper berenti dulu makan, belom pake acara nyasar :P

Memang sudah berencana untuk bermalam di Ciwidey, saya pesan cottage di kawasan perkebunan teh Rancabali. Perkebunan ini termasuk ke dalam grup PTPN VIII, cottage-nya macammacam ada banyak tipe. Cottage di Rancabali ini ada yang bisa diisi hanya dua orang sampai ada yang bisa menampung 25 orang. Cottage yang saya pakai terdiri dari 2 kamar, kalau dipakai buat 7 orang yang mana 1 orangnya anak kecil, cukup banget. Ada ruang tamunya, ada teras, ada dapurnya lengkap dengan perlengkapan masak yang bersih, kamar mandinya pun cuma ada air panas, fasilitas dispenser jadi nilai plus, juga TV disediakan di masingmasing cottage. Harganya? 495,000 untuk weekend. Lumayan banget kaann...belum lagi dapet bonus  begitu bangun tidur sejauh mata memandang isinya kebun teh semua, udaranya ngga usah ditanya, DINGIIIIIINNN. Kalau mau liburan ke daerah Ciwidey, saya sih menyarankan pesen cottage di PTPN VIII aja, info lengkapnya silakan menuju websitenya.Untuk rate sekarang sudah naik atau belum, silakan langsung menghubungi PTPN VIII aja yah :D.
Penampakan Cottage kami sewa 
Sampai disana tengah malam, yang niatnya mau ngobrol hahahihi sampai pagi, bubarr, yang ada langsung kerubutan selimut, kedinginan dan tiduuurrr. Pagipagi bangun, jalanjalan pagi menyusuri kebun teh sambil foto dikitdikit, bikin sarapan, ngobrolngobrol baru kemudian agak siangan kita meluncur ke Kawah Putih. Intinya liburan waktu itu, meskipun deket, cuma sebentar tapi bikin freshh banget. 

Suasana di sekitar cottage
pemandangan di depan cottage 
pemandangan dari belakang cottage
pemandangan di belakang cottage
4 perempuan yang butuh banget liburan :D
formasi lengkapnya
tebak, mana yang single, yang udah double dan mana yang emak2 :D

sebelum meluncur ke Kawah Putih
kabut pas banget turun di Kawah Putih
 
Perjalanan waktu itu ngga akan bisa terlaksana, kalu bukan karena dua omom baik hati yang dengan rela hati menyetir bolakbalik Bogor-Bandung. Makasih banyak ya Om :D


 Sampai jumpa di tulisan selanjutnya :)



Kamis, 13 Desember 2012

Flashback dan Pelajaran Hidup

Assalammualaikum wr.wb.

Selamat siang.... :)

Akhirnya kembali lagi ke sini, nulisnulis lagi, yang pastinya ngga mutu bin curcol mulu isinya :)

Yahh...karena saya baru nongol lagi, dan melihat banyaknya komen masuk yang ngga sempat saya balas kemarinkemarin jadi boleh dong kalau komennya ngga usah saya bales yah. Sekalian gitu jawabnya di posting kali ini :) Mungkin ada beberapa orang yang bertanya kemanakah saya? *ihh GR banget lo Ti kalau ada yang nanyain lo :P* Ya udahlah kalaupun ngga ada yang tanya, saya mau cerita aja :)

Awalnya kegiatan saya di blog ini mulai berkurang karena load pekerjaan baru yang membuat saya agak sulit meluangkan waktu untuk ceritacerita di sini. Di saat saya sudah mulai beradaptasi dengan pekerjaan baru, eh ternyata ada kegiatan baru yang mau ngga mau mengisi lagi waktu senggang yang saya miliki. Jadilah terbengkalai si blog ini :( Sekarang masih agak sulit sih mengatur waktu yang saya punya, tapi saya usahakan untuk menyempatkan waktu bisa ceritacerita lagi disini :)

Sudah akhir tahun, yang mana sebentar lagi bisa bilang Selamat Tinggal 2012 dan Selamat Datang 2013. Ngga...saya ngga akan bahas resolusiresolusi, saya mau flashback dulu soal tahun 2012 ini yang buat saya adalah tahun yang paling berkesan dalam hidup saya. Ngga melulu soal hal indah, justru di tahun ini banyak up and down yang saya alami, tapi entah kenapa semua hal itu bisa saya terima dan sangat berkesan buat saya.

Awal tahun 2012, akhirnya saya menceburkan diri ikut sebuah kegiatan pengajian yang alhamdulillah membawa banyak manfaat, juga memberikan dampak positif kepada diri saya. garagara komunitas baru ini juga, saya ketemu banyak sahabat baru yang alhamdulillah nyambung banget :D. Di awal tahun juga, seorang sahabat yang sangat saya sayang akhirnya memutuskan menikah :D 

Pertengahan tahun, saya bisa jalanjalan lagi, ya meskipun tempatnya ngga jauhjauh amat, tapi cukup lah bikin saya menyepi sejenak dari aktivitas yang biasanya bikin pusing kepala :D Kedua adik saya pun akhirnya lulus kuliah di pertengahan tahun ini. Di pertengahan tahun ini juga saya membuat keputusan yang cukup berani,  resign dari pekerjaan yang sebenarnya sudah cukup nyaman, cukup aman. Memutuskan ingin menganggur dulu sebulanan, baru kemudian berjibaku dengan aktivitas kantor. Eh tapi sempet lhoo saya kepikiran jadi guru, sambil merintis jadi pengusaha. Cuma yahhh mungkin Allah swt punya jalan yang lain untuk saya, belum lagi saya resign, sudah ada tawaran pekerjaan di tempat lain yang menanti saya. Ya sudahlah, rejeki ngga boleh ditolak kalau kata orangtua :D Baru masuk 1 bulan di kantor baru, masih adaptasi, eh tahutahu awal September, Allah swt kasih hadiah manis untuk saya. Saya mendapat undangan untuk mengunjungi rumah-Nya. Sempat bimbang, satu sisi senang, satu sisi manusiawi saya pun muncul "bagaimana kalau kantor ngga kasih ijin?". Tapi setelah berpikir, berdoa dan meyakinkan diri, saya pun pasrah. Masa saya yang cuma manusia biasa ini menolak undangan-Nya sih, malah lebih memilih materi yang ngga seberapa dan itu berasal dari Dia pulak. 

September-Oktober awal, bertemu komunitas baru, belajar ilmu manasikul hajj samasama dengan mereka yang sudah bergabung lebih lama dibandingkan saya. Bertemu Mama Papa baru :D ya karena memang di rombongan itu, saya yang paling kecil, yang masih lajang, yang lain udah IbuIbu dan BapakBapak. Oktober saya pun akhirnya berangkat ke rumah Allah, ibadah full dan melewatkan ulangtahun di rumahnya. Kado terindah yang pernah saya terima seumur hidup saya :) Alhamdulillah... Pertengahan November saya kembali ke tanah air, dengan kondisi ngga tahu apakah masih punya pekerjaan atau ngga. Dan ternyata, ada dana masuk ke ATM saya, gaji full, dan sms dari atasan saya nanya kapan kembali, berarti saya masih dibutuhkan dong :). Okei... mungkin ada yang lebih beruntung dari saya, tapi saat itu saya berpikir, saya adalah manusia paling beruntung dan harus sangat bersyukur karena nikmat yang alhamdulillah ngga ada hentinya :)

Di akhir tahun ini, saya pun banyak berpikir, merenung, mengenai apa yang sudah banyak terjadi dengan saya, apa yang ingin saya lakukan di tahun nanti. Saya pun memutuskan ngga akan buat resolusi khusus yang harus ini harus itu, saya cuma mau jalanin hidup saya sebaikbaiknya, memanfaatkan apa yang saya punya sebaikbaiknya, dan jadi manusia yang bersyukur aja. Udah itu aja... Mungkin yang saya ceritakan tampak terlihat senangsenang aja, dimana bagian down-nya? Banyak hal yang ngga mengenakkan yang kalau dibandingkan dengan halhal yang menyenangkannya ngga sebanding, maksudnya halhal ngga enak itu ketutup sama hal menyenangkannya. Buat apa kan mengingat yang ngga enak, yang malah bikin suasana ngga enak. Mendingan juga inget yang manismanis aja, siapa tahu jadi motivasi oranglain juga supaya bisa bertahan untuk nerima yang ngga enak sambil nunggu yang ngga enak itu berubah jadi manis.

Tahun 2012 ini banyak banget kasih pelajaran hidup untuk saya. Bahwa hidup itu ngga melulu isinya ujian. Bahwa ujian itu sebenarnya jembatan untuk dapat sampai di tempat yang menyenangkan. Untuk dapat hadiah dari ujian itu sendiri. Kayak hujan...saya pernah bilang kalau saya selalu menunggununggu datangnya  hujan, tapi sebenarnya bukan hujannya yang saya suka, tapi justru sesudah hujannya yang mana selalu ada pelangi yang hadir. Itu yang selalu memotivasi saya setiap kali menemui 'lubang'. Habis hujan aja pasti ada pelangi Ti, setelah lo jatuh pasti akan ada obat buat ngobatin luka akibat jatuh itu :) Don't give up! Tetap semangat dan berfikir positif, sabar dan ikhlas juga tentunya. Saya sambung di tulisan selanjutnya yaaa...

Have a nice day!! ^___________^

Sabtu, 11 Agustus 2012

Dear Pria...

Dulu...aku ingat pernah meminta kepada-Nya untuk membantuku menjaga baikbaik hati ini. Berkalikali membiarkan orang yang salah mengacakacak hati ini, membuatku lelah. Dia ternyata mendengar ratapanku malam itu, berkalikali berjumpa dengan sosoksosok baru, tak pernah sekali pun hati ini membuka lagi. Dia menjagaku untuk tak lagi mudah jatuh hati.

Satu waktu, sambil lalu, mataku melihat sosoknya. Wajahnya tak asing, tapi namanya aku tak pernah tahu. Tanpa sengaja di waktu selanjutnya aku tahu namamu, Pria. Seorang sahabatku ternyata adalah sahabatmu. Jika diingatingat lagi aku dan kamu tidak pernah benarbenar berkenalan secara resmi. Kita samasama saling mengenal hanya melalui secarik kertas. Setelahnya pun tidak pernah ada komunikasi, entah sms ataupun telepon.

Justru ketika aku sudah lupa dimana kertas berisi namamu kuletakkan, sebuah sms dari nomor asing membuatku seketika diam. Ya setelah lebih dari sebulan berlalu tibatiba kamu menanyakan kabarku. Awalnya aku berpikir setelahnya akan ada katakata manis meski bukan gombalan. Tapi salah, justru di komunikasi selanjutnya kamu menjabarkan sisi gelapmu. Di saat lakilaki lain berlombalomba menunjukkan kelebihannya, kamu justru mengajakku berdiskusi mengenai halhal terburuk. Kontan aku ketakutan, bingung, baru kali itu aku bertemu jenis lakilaki sepertimu. Menjabarkan kekurangannya dan tidak berusaha menunjukkan kelebihannya. Setelahnya kamu dan aku tidak lagi saling mengirim kabar. Entah kemudian siapa yang memulai, sms sekarang menjadi sebuah hal rutin untuk dikirimkan. Tidak setiap hari, tapi ketika aku mulai bertanyatanya "hei Pria lagi apa ya" pasti setelahnya akan ada sms darimu, entah sekedar tanya "apa kabar hai kamu Wanita?" tapi pasti ada. Seolaholah kita bisa bertelepati.

Sampai saat ini entah sudah berapa banyak kita berkomunikasi via sms, tapi setiap bertemu kita hanya saling diam, tak pernah ada satu patah kata pun yang terucap. Terkadang saat pandangan kita tanpa sengaja bertemu, seulas senyum di bibir masingmasing saja yang akan hadir. Aneh...

Aku jatuh hati padamu? Dengan tegas aku bisa bilang tidak, ups maksudku belum. Ya memang...seakan aku memberi harapan padamu. Tapi memang aku meminta pada-Nya, jika memang benar kamu orangnya, yang akan menemaniku bukan hanya di dunia yang fana ini tapi juga di surga kelak. Aku meminta pada-Nya untuk tetap menjaga hatiku tetap bersih sampai saatnya nanti kamu halal untukku dan aku halal untukmu.

Pria...jika tanpa sengaja kamu membaca tulisanku ini, aku ingin berterima kasih atas malam itu saat kamu menjabarkan latar belakang kehidupanmu, terima kasih karena kamu mempercayaiku menjaga rahasiamu, terima kasih sudah mau mengeluh ketika kamu merasa lelah dengan padatnya jadwal kerjamu, terima kasih untuk pendapatmu ketika aku bingung membuat keputusan, terima kasih untuk tahajud remindernya, terima kasih untuk perhatian kecil yang mungkin untuk orang lain sepele tapi hal itu berarti besar untukku dan yang pasti terima kasih karena masih mengingatku di saat tersibukmu, di malam yang paling larut.

Aku belum jatuh hati padamu, tapi aku sudah mulai jatuh kagum untuk kerja kerasmu, untuk sosokmu yang apa adanya. Mudahmudahan Dia akan segera memberikan jawaban untuk doamu dan doaku, yang terbaik untukku dan juga untukmu. Tolong jaga baikbaik hatimu, seperti aku menjaga hatiku sekarang.

Wanita yang menitipkan kunci hati pada-Nya

Kamis, 26 Juli 2012

Jatuh Hati Pada Vaseline Intensive Care Firming

Sejak jaman dulu kala, saya nih meskipun wanita tapi agak sebel sama yang namanya lotion. Pliket, itulah kenapa jadi ngga suka pakai lotion. Sampai dua minggu lalu, sepupu saya nginep dan mau minta lotion, dia terperangah pas tahu saya ngga pernah pakai lotion. Repetan panjang mulai deh, nasihat tentang harus ngerawat kulit lah, yang mana kulit sehat itu jadi aset perempuan lah, pokoknya panjang. Tapi saya tetep keukeuh, ngga suka pakai lotion karena pliket #sikap.

Sabtu kemarin, hari pertama puasa, entah kenapa saya jadi merhatiin kulit saya. Kerja di ruangan ber-AC membuat saya baru engeh kalau kulit saya kok jadi kering yah. Mulai panik, Mama kasih saran untuk pakai lotion. Tapi aku ngga suka gimana dong. Akhirnya dengan langkah berat melangkahlah saya ke sebuah minimarket dekat rumah. Bacabaca setiap botol lotion yang dijual, menciumcium aromanya, dan saya pun jatuh hati sama aromanya Vaseline Intensive Care Firming. Judulnya Firming, ketahuan kan manfaat utamanya untuk mengencangkan kulit. Tapi saya sih milih beneran cuma garagara aromanya, ngga cocok sama aroma lotion yang lain. 


Habis mandi saya mulai pakai deh tuh, perdana. Eiiiyyy aku sukaaa, ngga pliket dong, langsung meresap gitu ke kulitnya. Terus berasa adeeemm, beneran ini, soalnya pernah tuh dulu nyobain pakai lotion dengan merk berbeda, berasa pliket dan kok sumuk gitu habis pakai lotionnya. Kalau Vaseline yang Firming ini adem di kulit. Ke kulit tuh jadinya kayak kenyal gitu, lembab dan soal aroma ngga usah lah diragukan, wanginya sopan. Mama sampai bengong lihat saya mendadak rajin pakai lotion, habis cuci tangan pakai lotion, habis mandi pakai lotion, mau tidur pakai lotion, mendadak norak pakai lotion mulu hihihihi. 


Sudahkah saya dapat efek setelah pakai Vaseline Firming ini? Yang jelas kulit saya jadi lebih lembab dan sehat, terasa kenyal dan tampak kencang tentunya :D 

Eh saya ngga dibayar sama Vaseline yah untuk bikin tulisan ini. Tulisan ini beneran curahan hati garagara menemukan lotion yang pas di kulit dan pas di kantong tentunya hohoho. Terima kasih Vaseline, akhirnya  saya bisa juga pakai lotion :)

Rabu, 25 Juli 2012

Abrakadabra, Tahu Tempe Menghilang

Tahu dan tempe sudah seperti makanan pokok di rumah saya, wajib ada. Bisa dimakan sebagai lauk atau malah cuma sebagai cemilan temen nonton film dan baca buku. Makanya begitu dapat kabar kalau Rabu  pedagang tahu dan tempe akan demo, Mama pun panik. Selasa kemarin sudah menstok tahu, beli banyak sekaligus, malammalam sehabis shalat tarawih masih heboh minta tolong si bungsu untuk ke pembuat tempe, membeli tempe. Iya segitu pentingnya banget keberadaan tahu dan tempe di rumah saya.

stok tahu aman :)


Mungkin banyak yang menyebut tahu tempe itu makanan murah yang mana sudah ngga murah lagi sekarang. Harga kedelai yang semakin meroket, sudah banyak membuat produsen tahu dan tempe pelanpelan menutup usahanya. Selain harga yang ikut jadi mahal, ukuran tahu tempe pun semakin hari semakin menyusut. Seingat saya dulu tempe bisa besar sekali bungkusannya, sekarang jadi mungil. Januari ini saja harga kedelai di tingkat pengecer sudah 5,500/kg, eh sekarang katanya sudah naik lagi jadi 8,000/kg. Mau ngga mau produsen pun, per Sabtu besok katanya akan menaikkan harga produknya sebesar 25%. Jadi kalau Mama biasanya beli tahu 3,000 bisa dapat 12 buah, per Sabtu besok cuma dapat 10 buah. Huaaaa, jadi jatah saya makan tahu pun berkurang 1, oh nooo. Saya sih tipe pembeli yang paham kalau sampai produsen menaikkan harga. Tapi kan ngga semua konsumen seperti saya, mau memahami kesulitan si produsen. Jumlah yang memahami berbanding yang ngga mau paham pasti jauh lebih banyak, hal ini bisa membuat produsen terpaksa ngga menaikkan harga jual tahu tempenya. Kalau begitu keadaannya, sampai kapan produsen tahu tempe bisa bertahan? Iya kalau kemudian harga kedelai turun, lah kalau malah naik gimana? Yang ada mereka bisa gulung tikar, terus parahnya benarbenar hilang deh tuh tahu tempe dari pasar.

bonus oncom, lumayan bisa bikin combro buat cemilan malam
Padahal katanya Indonesia itu dulu terkenal sebagai negara agraris, yang mana seharusnya hasil bumi pertaniannya melimpah. Sejak pasar bebas diberlakukan, makin mudahlah produkproduk import, sampai produkproduk agraris masuk ke Indonesia. Ya sudah makin terjepit petani kita, makin ngga laku produk pertanian kita. Katanya produk pertanian Indonesia ngga sebagus produk agraris import. Ya kalau begitu permasalahannya, bukannya lebih baik Indonesia mengirimkan ahli pertaniannya ke negara tersebut untuk memepelajari bibitnya ya? Yang kemudian ditanam di negeri kita sendiri. Menurut saya hal itu akan memberikan nilai lebih untuk Indonesia, menambah pengetahuan mengenai bibit baru yang baik, petani masih tetap bisa bersaing, karena produk yang mereka hasilkan memiliki kualitas yang setara dengan produk luar apabila pasar bebas tetap dilakukan. Bukan seperti sekarang, lebih pilih yang instan, langsung beli jadi aja, melewatkan proses menanamnya, memanennya, kemudian menjualnya. 

Inilah efek apabila terlalu bergantung pada orang lain, dalam hal ini dengan negara lain seperti Amerika. Masa persentase impor kedelai kita mencapai 60% dari negara tersebut, cuma sekitar 40% yang dipenuhi dari dalam negeri. Makanya begitu sekarang Amerika mengalami kekeringan yang berefek ke anjloknya hasil produksi kedelai mereka , geger kan jadinya. Mudahmudahan kejadian ini bukan hanya sekedar tamparan sesaat untuk insan pertanian yang kemudian dilupakan. Tapi justru jadi pamacu untuk segera membenahi pertanian Indonesia, ingat SDM, SDA dan pasar tersedia di sini. Kenapa harus instan kalau bisa mandiri?

Mudahmudahan ada jalan yang baik untuk semuanya, dan ngga kejadian lagi tuh tahu tempe menghilang dari peredaran.

Have a nice day :)